Ini Alasan Bali Masih Jadi Surga Wellness di Indonesia
Minggu, 1 Februari 2026 | 12:04
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Pixabay
Tren Traveling anak muda kini tak lagi sekadar berburu foto estetik. Liburan perlahan bergeser menjadi sarana healing, mencari keseimbangan tubuh dan pikiran. Di tengah tren tersebut, Bali kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi unggulan Wisata Wellness Indonesia.
Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu, menyebut Bali masih menjadi wilayah paling siap untuk mengembangkan wisata wellness, sebuah konsep perjalanan yang berfokus pada peningkatan kesehatan fisik, mental, dan emosional.
"Dua tahun lalu Kementerian Pariwisata mencoba untuk mengidentifikasi kira-kira destinasi mana yang paling siap. Tentunya Bali sudah sangat siap dengan infrastruktur SDMnya," kata dia, Sabtu, 31 Januari 2026.
BACA JUGA
Pesona Sejuk Bedugul, Kebun Raya Bali Jadi Favorit Libur Nataru 2025/2026
Indonesia Tourist Travel Pack Bikin Wisata Bali Makin Digital dan Ramah Wisatawan Asing
Menemukan Ketenangan Sejati di Bali, Rekomendasi Wellness Retreat Terbaik 2025
Kesiapan Bali bukan hal baru. Sejak puluhan tahun lalu, pulau ini telah dikenal sebagai rumah bagi retreat yoga, spa tradisional, meditasi, hingga pengobatan berbasis kearifan lokal. Bahkan, pemerintah Indonesia telah menjadikan pengembangan Wellness Tourism sebagai prioritas nasional sejak 27 tahun lalu dengan menetapkan Sanur, Bali, sebagai proyek percontohan kawasan kesehatan.
Langkah ini dinilai sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam membangun pariwisata yang tidak hanya mengandalkan hiburan, tetapi juga kualitas hidup wisatawan.
"Ke depan, pengembangan juga akan dilakukan di destinasi-destinasi lain. Program ini bertujuan untuk menekan jumlah masyarakat Indonesia yang ke luar negeri, yang selama ini kerap disebut sebagai kebocoran devisa," ujar dia.
Tak cuma Bali, pemerintah juga menetapkan sejumlah kota lain sebagai destinasi unggulan wisata wellness. Manado, Jakarta, Solo, Yogyakarta, Malang, hingga Medan diproyeksikan menjadi alternatif tujuan healing trip yang menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari alam tropis, Warisan Budaya, hingga layanan kesehatan modern.
"Manado itu beberapa destinasi yang saat ini saya kira siap. Salah satunya dengan pengembangan wellness tourism-nya," ucap dia.
Menariknya, konsep wellness Indonesia tak melulu soal spa dan meditasi. Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia, Azril Azhari, menilai kekuatan utama Indonesia justru terletak pada sejarah dan kekayaan rempah-rempahnya.
"Jalur rempah ini yang harus dikembangkan lagi oleh kementerian, bagaimana sejarahnya dan lain-lain. Sehingga orang-orang luar negeri itu mencari bahan-bahan kepada ke indonesia," kata dia.
Rempah-rempah yang sejak abad ke-16 menjadi daya tarik dunia kini bisa dikemas ulang sebagai pengalaman wellness modern. Mulai dari jamu, aromaterapi, terapi rempah, hingga sajian kuliner sehat berbasis bahan lokal.
Namun, Azril mengingatkan agar pengembangan wisata wellness tidak jatuh pada komersialisasi berlebihan. Ia menyarankan pemanfaatan rempah tak hanya difokuskan pada kesehatan tubuh, tetapi juga dipadukan dalam kuliner sebagai bagian dari Pengalaman Budaya.
Bagi traveler muda, wisata wellness Indonesia menawarkan paket lengkap: healing alami, cerita sejarah, rasa otentik, dan pengalaman personal yang sulit ditemukan di destinasi lain. Bali mungkin masih di puncak, tapi masa depan wellness tourism Indonesia terbuka lebar di banyak daerah.










