Indonesia Vs Filipina, Indra Sjafri Sebut Laga Penentuan
Senin, 8 Desember 2025 | 10:37
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: PSSI
Menjelang laga pembuka Grup C SEA Games 2025, Timnas U22 Indonesia memasuki fase penting dalam perjalanan mereka menuju semifinal. Skuad Garuda Muda yang ditangani Indra Sjafri dijadwalkan menghadapi Filipina di 7000th Anniversary Stadium, Chiangmai, Thailand, pada Senin, 8 Desember 2025, pukul 18.00 WIB.
Pertandingan ini dipandang sebagai gerbang awal untuk membangun momentum, namun sang pelatih menegaskan duel pertama tidak akan mudah.
Filipina datang dengan modal besar setelah menang 2-0 atas Myanmar pada laga pembuka mereka. Kemenangan itu membuat tim berjulukan The Azkals tampil dengan rasa percaya diri tinggi, apalagi mereka memiliki pengalaman menghadapi Indonesia di Piala AFF U23 2025.
BACA JUGA
Penyelesaian Akhir Buruk, Garuda Muda Takluk dari Filipina
Puji Materi Pemain Timnas Indonesia U22, Pelatih Filipina Sebut Mentalitas Faktor Utama Raih Kemenangan
Sarat Prestasi Penuh Kontroversi, Media Swiss Sebut PSSI Blunder Tunjuk John Herdman
Dari pertemuan tersebut, Filipina sudah mengantongi gambaran mengenai karakter permainan Garuda Muda, hal yang diakui langsung oleh Indra Sjafri dalam evaluasinya.
Dalam konteks itu, Indra menekankan pentingnya start yang solid. Ia menyebut pertandingan pembuka akan sangat memengaruhi langkah Indonesia di fase grup.
“Pertandingan besok adalah sangat menentukan bagi kita untuk kita bisa melangkah lebih lanjut,” ujarnya.
Meski tidak diperkuat Marselino Ferdinan, komposisi tim Garuda Muda disebut tidak mengalami kendala berarti. Seluruh pemain dalam kondisi siap tempur dan fokus pada target lolos fase grup.
Pada berbagai sesi latihan, Indra terus mengingatkan pemain mengenai konsep bertahap dalam membangun performa turnamen. Ia bahkan menegaskan secara langsung kepada skuadnya bahwa fokus setiap tahapan harus dijalankan tanpa kompromi.
“Saya sudah tekankan kepada para pemain dan juga fokus karena bagaimana pun seperti yang kita rencanakan bahwa saya memberikan beban kepada pemain itu yaitu bertahap,” tegas Indra.
Persiapan tim juga disebut berkembang positif. Sejumlah laga uji coba yang dijalani, termasuk menghadapi India dan Mali yang diklaim memberikan gambaran jelas mengenai area yang perlu diperbaiki.
Indra menyatakan bahwa simulasi pertandingan dalam agenda uji coba itu berkontribusi signifikan pada peningkatan tim dari hari ke hari.
“Alhamdulillah kita coba perbaiki dan kita coba lakukan simulasi lewat uji coba lawan India dan terakhir lawan Mali,” lanjutnya.
Kepercayaan diri Indra pun semakin terlihat ketika ia menyebut progres tim sudah sesuai ekspektasi dan siap tampil optimal.
“Dan, Alhamdulillah progres tim ini sangat baik dan saya yakin besok kita bisa menghasilkan hasil yang positif.”
Mengenai kekuatan Filipina, Indra menilai bahwa lawan harus dipandang secara kolektif, bukan individual. Sistem permainan Filipina menurutnya cukup solid, sehingga Indonesia harus menjaga disiplin dan kekompakan dalam 90 menit pertandingan.
Ia menjelaskan bahwa sepak bola adalah permainan yang menuntut organisasi keseluruhan tim, bukan sekadar duel individu.
“Saya lebih suka memandang tim lawan itu secara kolektif, tidak individu, yang antisipasi bukan individu per individu,” jelasnya.
Indra juga menegaskan bahwa Filipina bukan tim yang dapat diremehkan. Ia mengingatkan pemain untuk tetap rendah hati dan tidak terjebak pada asumsi bahwa laga pembuka akan mudah.
“Dan saya pikir Filipina bukan tim yang tidak bagus,” katanya.
Pada tahap akhir persiapan, Indra memastikan seluruh pemain sudah memahami tugas masing-masing dan pentingnya menjaga intensitas sejak menit pertama. Ia menutup sesi dengan pesan tegas mengenai fokus dan implementasi strategi yang telah dirancang.
“Oleh sebab itu tidak ada satupun pemain yang menganggap pertandingan besok itu mudah, besok di pertandingan 2x45 menit harus bermain sesuai dengan rencana,” pungkasnya.










