Puji Materi Pemain Timnas Indonesia U22, Pelatih Filipina Sebut Mentalitas Faktor Utama Raih Kemenangan
Senin, 8 Desember 2025 | 16:41
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: PFA
Kemenangan 2-0 atas Myanmar U-22 pada laga pembuka Grup C SEA Games 2025 menjadi awal yang ideal bagi Filipina U22. Hasil tersebut bukan hanya memberi tiga poin, tetapi juga menyuntikkan kepercayaan diri jelang duel penting menghadapi Indonesia U22, tim yang secara kualitas dinilai lebih unggul.
Pelatih Filipina U22, Garrath McPherson, menyadari betul bahwa Indonesia datang dengan materi pemain yang lebih lengkap dan persiapan yang lebih matang. Namun, ia menegaskan bahwa skuadnya tidak akan sekadar menunggu serangan lawan. Ia percaya momentum dari laga pertama menjadi modal berharga ketika berhadapan dengan tim Garuda Muda.
“Indonesia punya lebih banyak waktu untuk mempersiapkan diri, tapi ini tidak selalu baik. Duduk-duduk di hotel sambil menunggu pertandingan belum tentu lebih baik daripada bermain dan menunjukkan performa yang bagus, meraih tiga poin, dan membangun kepercayaan diri untuk pertandingan itu,” ujar McPherson.
BACA JUGA
Penyelesaian Akhir Buruk, Garuda Muda Takluk dari Filipina
Indonesia Vs Filipina, Indra Sjafri Sebut Laga Penentuan
Janice dan Rifqi Melaju ke Semifinal, Tenis Indonesia Tampil Meyakinkan
Momentum Bersejarah dan Skenario Semi-final
Kemenangan atas Myanmar dianggap kejutan, mengingat Filipina jarang menjadi favorit di turnamen kelompok umur Asia Tenggara. Terlebih lagi, hasil itu hadir tepat pada peringatan 15 tahun 'Keajaiban Hanoi', momen ikonik ketika Filipina senior mengalahkan Vietnam pada 2010.
Hasil positif melawan Indonesia kini memiliki makna lebih besar. Tiga poin akan menjaga peluang lolos langsung ke semi-final tanpa harus menghitung posisi runner-up terbaik. Hal ini membuat laga menghadapi Indonesia menjadi salah satu penentu nasib mereka di turnamen.
Mentalitas Sebagai Pembeda
McPherson menegaskan bahwa duel melawan Indonesia bukan sekadar adu teknik. Ia melihat mentalitas sebagai faktor paling krusial ketika tekanan pertandingan meningkat.
“Saat ini, tim sedang dalam masa pemulihan, baik secara mental maupun fisik. Indonesia memang penuh talenta, tetapi tim yang menang tidak selalu yang memiliki pemain terkuat, mereka adalah tim dengan sikap dan mentalitas yang lebih baik,” kata McPherson.
Selain itu, menurutnya, kemenangan tidak ditentukan hanya oleh nama besar atau kedalaman skuad. Tim yang mampu menjaga fokus dan keberanian mengambil keputusan di momen penting seringkali menang meski tak diunggulkan.
Diperkuat Pemain Berpengalaman
Kepercayaan diri Filipina juga meningkat karena skuad ini diperkuat beberapa pemain yang sudah merasakan atmosfer tim senior, seperti Sandro Reyes, Alex Monis, dan Santi Rublico. Pengalaman mereka menjadi elemen penting dalam menghadapi tekanan pertandingan besar.
“Kami memiliki sejumlah pemain yang sangat kuat. Tim-tim yang memenangkan pertandingan memiliki sikap dan mentalitas yang lebih baik, jadi kami sangat antusias dengan kesempatan untuk bermain,” ucap McPherson, menekankan kembali pentingnya mentalitas tim.
Ia juga melihat laga kontra Indonesia sebagai kesempatan emas untuk menguji progres timnya.
“Anda ingin bermain melawan tim-tim ini. Ini luar biasa. Mereka telah mampu membawa kembali beberapa pemain dari tim senior mereka, dan bagi para pemain kami, ini akan menjadi kesempatan untuk bersaing dengan beberapa pemain terbaik di Asia Tenggara.”
Duel antara Filipina U22 dan Indonesia U22 kini menjadi salah satu laga yang paling dinantikan di Grup C. Dengan kedua tim membawa motivasi tinggi, pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat dan sarat tensi, dengan mentalitas sebagai penentu akhir.










