Banda Neira Siap Menyusul Labuan Bajo dan Mandalika? Pemerintah Pusat Beri Sinyal Positif
Jumat, 28 November 2025 | 11:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Winda Herman
Di sebuah kepulauan yang pernah menjadi poros dunia, tempat gunung api berkalung laut biru dan sejarah bersembunyi di balik dinding-dinding benteng tua, Banda Neira kembali memantik perhatian nasional. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendukung penuh Banda Neira ditetapkan sebagai pusat turisme super prioritas nasional, status yang dapat mengubah wajah pariwisata Indonesia Timur.
“Ini pertama kali saya datang ke kepulauan yang indah ini. Kesan saya, luar biasa. Saya dukung Banda menjadi pusat turisme super prioritas dan akan saya bicarakan ke pemerintah pusat,” ujar Tito di Ambon, Kamis, usai menghadiri Banda Heritage Festival 2025.
Bentang Alam Menawan, Sejarah Tak Terhapuskan
BACA JUGA
NTB Siap Jadi Magnet Wisata 2026, Kunjungan Ditargetkan Naik
Festival Musik Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Daya Tarik Wisata Baru Indonesia
Wisata Indonesia 2025 Meledak, Pergerakan Wisman dan Wisatawan Lokal Tembus Rekor
Bagi banyak pelancong, Banda Neira bukan hanya gugusan pulau indah. Ini adalah spice island, panggung sejarah dunia. Tito menyinggung hal itu.
“Banda bukan hanya memiliki bentang alam menakjubkan, tetapi juga sejarah panjang sebagai pusat rempah dunia atau spice island yang dulu menjadi rebutan bangsa-bangsa besar,” katanya.
Jejak masa keemasan itu masih hidup, benteng kolonial, deretan rumah tua dengan jendela besar khas Eropa, hingga situs budaya yang terawat.
Semuanya menjadi saksi bisu dari sebuah pulau yang pernah membuat bangsa-bangsa rela berperang demi pala.
Banda Layak Mendapat Prioritas
Gubernur Maluku **Hendrik Lewerissa menyambut baik dukungan Mendagri.
“Banda layak menjadi destinasi wisata prioritas di Indonesia,” katanya, menegaskan nilai historis dan kekayaan alam yang masih begitu kuat," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Maluku Achmad Jais Ely mengungkapkan langkah strategis sudah berjalan jauh.
“Kita sudah punya masterplan Banda. Tantangan kita sekarang adalah bagaimana Banda bisa masuk kategori super prioritas. Kalau sudah ditetapkan, maka seluruh kementerian akan masuk membangun Banda melalui instruksi presiden,” katanya.
Menurutnya, Banda kini tinggal menunggu keputusan pemerintah pusat, dengan harapan program pembangunan besar dapat dimulai pada 2026.
“Dengan dukungan Mendagri, kami berharap keputusan masuk dalam prioritas nasional bisa dimulai tahun 2026,” tambahnya.
Harapan Besar dari Maluku Tengah
Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir menyebut dukungan pusat membuka peluang percepatan pembangunan.
“Insya Allah ini akan diperjuangkan maksimal. Banda Neira sudah dikenal dunia. Kita akan yakinkan pemerintah pusat agar masuk kategori program strategis nasional,” katanya.
Ia menjelaskan status super prioritas akan mengubah skala dukungan pendanaan.
“Jika Banda masuk dalam daftar super prioritas, maka pembiayaan pembangunan akan berasal dari APBN dan bukan hanya APBD… Dengan begitu, seluruh kementerian akan bekerja bersama. Target kami 2026,” jelasnya.
DPR Turut Mengawal: Infrastruktur adalah Kunci
Dari Senayan, dukungan juga mengalir. Anggota DPR RI Dapil Maluku Saadiah Uluputty menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur dasar sebagai fondasi pariwisata Banda.
“Potensi Banda sudah ada, yang dibutuhkan sekarang adalah infrastruktur seperti listrik, air bersih, jalan, sanitasi, dan penataan kawasan. Kami perjuangkan di DPR agar Banda mendapat dukungan anggaran,” katanya.
Ia berharap keputusan menaikkan status Banda menjadi super prioritas segera ditetapkan.
“Status super prioritas adalah kunci untuk mendorong percepatan pembangunan,” katanya.
Banda Neira: Pintu Gerbang Masa Lalu, Harapan Masa Depan
Dengan dukungan berbagai pihak, Banda Neira tampak melangkah semakin dekat menuju status yang selama ini diidamkan, kawasan wisata super prioritas nasional seperti Danau Toba, Labuan Bajo, dan Mandalika.
Jika keputusan itu akhirnya turun, Banda bukan hanya membuka pintu bagi wisatawan dunia untuk kembali menjejak tanah sejarah rempah tetapi juga lembaran baru bagi masa depan Maluku.(Antara)










