Lonjakan Wisatawan di Way Tebing Cepa Saat Libur Lebaran, Ini Daya Tariknya
Rabu, 25 Maret 2026 | 10:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Riadi Gunawan
Di ANTARA lekuk tebing dan aliran sungai yang tenang, Way Tebing Cepa menjelma menjadi ruang perjumpaan manusia dan alam pada Lebaran 2026. Dalam dua hari pertama Idul Fitri 1447 Hijriah, Objek Wisata Pemandian ini dipadati pengunjung.
Terletak di Desa Taman Baru, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Way Tebing Cepa menawarkan lanskap dramatis. Tebing curam berdiri kokoh menghadap Sungai Way Tebing Cepa hingga bebatuan dan vegetasi yang masih terjaga.
Pengunjung bisa menemukan ruang untuk bernapas lebih, menikmati keheningan, kontras dengan hiruk-pikuk kota.
BACA JUGA
Animal Show Lebih Lama, Semarang Zoo Bidik Lonjakan Wisatawan Selama Lebaran
Wisata Lebaran 2026: Paket Domestik dan Diskon Penerbangan Jadi Daya Tarik
Jelajah Jakarta Saat Libur Lebaran: 5 Kegiatan Seru dan Edukatif di Ibu Kota
Aktivitas yang ditawarkan bukan sekadar rekreasi, melainkan pengalaman menyatu dengan alam.
Hiking, trekking, hingga camping menjadi cara bagi wisatawan menjelajahi setiap sudut kawasan. Merasakan ritme alam berjalan lebih lambat, namun penuh makna.
Bagi sebagian orang, perjalanan ke tempat ini telah menjadi ritual tahunan. Zildawati, salah satu pengunjung, menggambarkan kedekatan emosional itu dengan sederhana.
“Mumpung lagi mudik ke Lampung, WTC ini menjadi tempat favorit keluarga kami untuk berlibur dan berkumpul bersama keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan daya tarik Way Tebing Cepa tidak hanya pada keindahan visualnya, tetapi juga kemudahan akses yang membuatnya inklusif bagi berbagai kalangan.
"Pemandian ini dari dulu memang sudah banyak menjadi buruan para wisatawan karena keindahan alamnya yang tidak diragukan lagi dan juga akses menuju tempatnya sangat lah mudah," ucapnya.
Fenomena ramainya kunjungan ini, menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan, I Nyoman Setiawan, mencerminkan dinamika sosial khas saat Lebaran, pergerakan manusia dari kota ke daerah, dari rutinitas ke ruang alami.
“Saat hari libur Idul Fitri, objek-objek wisata di Lampung Selatan ramai dikunjungi masyarakat. Ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat selama libur Idul Fitri,” katanya.
Menariknya, arus pengunjung tidak hanya berasal dari Lampung Selatan. Mereka datang dari wilayah sekitar hingga luar provinsi, membawa cerita perjalanan masing-masing dan menjadikan kawasan ini sebagai titik temu berbagai latar belakang.
Di tengah lonjakan tersebut, upaya menjaga keseimbangan ANTARA kenyamanan dan keselamatan menjadi perhatian utama.
Fasilitas pendukung seperti pos pelayanan disiapkan di berbagai titik, memastikan pengalaman wisata tetap aman dan terkendali.
Kasat Polairud Polres Lampung Selatan IPTU Panpan Hermayadi menegaskan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga keselamatan selama berwisata.
“Kami juga meminta orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya, jangan sampai terlepas dari pengawasan,” katanya.
Pengunjung juga diimbau untuk menghormati batas-batas alam, tidak memaksakan diri berenang di luar area aman, serta selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas.
“Jika terjadi keadaan darurat atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat segera menghubungi call center 110 yang aktif selama 24 jam,” katanya.
Di tengah derasnya arus perjalanan Lebaran, Way Tebing Cepa menjadi lebih dari sekadar destinasi. Ia adalah ruang di mana manusia kembali pada alam, merayakan kebersamaan, dan menemukan jeda di antara perjalanan panjang pulang ke akar.










