ID EN

Baggott Kembali ke Timnas Indonesia, Herdman Soroti Mentalitas Sepak Bola Inggris

Rabu, 25 Maret 2026 | 12:44

Penulis: Arif S

Bek timnas Indonesia Elkan Baggot
Arsip - Bek timnas Indonesia Elkan Baggot (kiri).
Sumber: Antara Foto/Yusran Uccang

Elkan Baggott kembali ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 setelah absen hampir dua tahun. Bagi pelatih Skuad Garuda John Herdman kembalinya bek berusia 23 tahun itu bukan sekadar tambahan opsi di lini belakang tetapi juga membawa standar profesionalisme dari sepak bola Inggris.

Herdman berharap kehadiran Baggot di Timnas Indonesia akan memberikan pengaruh positif pada performa Skuad Garuda.

"Dia (Baggot) yang bermain di liga kedua Inggris berlatih dengan intensitas yang menurut saya berada di level tertinggi. Saya harap ia membawa profesionalisme itu ke sini," ujar Herdman usai memimpin sesi latihan di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Selasa.

Baggott datang dengan bekal kompetitif dari EFL Championship bersama Ipswich Town, lingkungan yang menuntut disiplin tinggi, ritme cepat, dan konsistensi fisik. 

Pengalaman itu diharapkan Herdman menular ke ruang ganti Timnas Indonesia.

Baggott pernah memperkuat tim U-19 pada tahun 2020 dan U-23 tahun 2023. Ia terakhir membela timnas Indonesia di Piala Asia 2023.

Di balik harapan itu, Herdman juga melihat potensi jangka panjang. Baggott bukan hanya solusi instan, melainkan fondasi.

"Saya pernah menonton permainan dia saat membela Indonesia dan saya terkesan. Saya yakin, ia akan menjadi masa depan timnas," ucap Herdman.

Narasi ini tidak berhenti pada individu. Kehadiran Baggott menciptakan efek domino di lini belakang, terutama bagi Rizky Ridho.

Ia melihat kembalinya Baggot sebagai kesempatan belajar langsung dari pemain dengan pengalaman Eropa.

"Saya senang dia kembali dipercaya memperkuat timnas. Dia kini sudah semakin besar dan berkembang. Selain itu, pengalamannya juga otomatis lebih banyak dan saya akan belajar padanya ilmu yang ia dapat selama bermain di Inggris," katanya.

FIFA Series 2026 menjadi panggung uji coba, bukan hanya bagi Herdman sebagai arsitek baru, tetapi juga bagaimana standar global bisa diterjemahkan ke dalam identitas permainan Indonesia.