Lonjakan Pengunjung Parangtritis Tembus 50 Ribu Saat Libur Lebaran 2026
Rabu, 25 Maret 2026 | 11:49
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Hery Sidik
Di bentang pesisir selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Pantai Parangtritis mendadak berubah ritmenya saat libur Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Salah satu lanskap paling ikonik di selatan Jawa itu mampu menarik 50 ribu wisatawan.
Bagi banyak pelancong, Parangtritis adalah pertemuan samudra, pasir, dan cerita yang hidup dari generasi ke generasi.
Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Induk Parangtritis Rahmad Ridwanto, mengatakan data wisatawan itu berdasarkan penjualan tiket retribusi sejak 20-24 Maret 2026.
"Tingkat kunjungan ke Pantai Parangtritis terbanyak pada Senin dengan jumlah 19.848 orang, kemudian pada Minggu dengan jumlah 15.327 orang," ujarnya.
BACA JUGA
Bromo Tambah Kuota Wisata Lebaran, Catat Jadwal dan Atur Strategi
Bandung Zoo Direncanakan Buka Gratis Saat Lebaran
Lonjakan Wisatawan di Way Tebing Cepa Saat Libur Lebaran, Ini Daya Tariknya
Lonjakan itu tidak datang tiba-tiba. Sejak Jumat, arus wisatawan mulai terasa dengan 3.837 orang, meningkat menjadi 4.339 orang pada Sabtu, mencerminkan pola klasik Mudik Lebaran: perjalanan pulang sekaligus Perjalanan Wisata.
"Untuk hari Selasa sampai dengan pukul 17.30 WIB sudah ada sekitar 10.000 pengunjung," katanya.
Di tengah keramaian, kawasan yang terhubung dengan Pantai Depok ini bertransformasi menjadi ruang sosial terbuka.
Keluarga menggelar tikar, anak-anak berlari di pinggir pantai, dan pedagang lokal merasakan denyut ekonomi.
Namun di balik itu, ada kerja senyap, menjaga agar pengalaman wisata tetap berjalan.
"Dalam sehari selama Libur Lebaran ini ada sebanyak 27 personel yang khusus penarik retribusi," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Saryadi menegaskan skala kesiapan yang diperbesar untuk menghadapi lonjakan wisatawan.
"Selama masa Liburan kita tingkatkan hampir tiga kali lipat, mereka diambil dari berbagai stakeholder dari kepolisian, koramil setempat, dinas perhubungan, satuan polisi pamong praja (satpol PP) dan lintas sektor lainnya," katanya.
Upaya itu tidak hanya soal tiket dan arus masuk. Masalah kebersihan menjadi krusial, terutama ketika ribuan orang datang hampir tanpa jeda.
"Kalau petugas kebersihan biasanya hanya saat pagi, maka saat Lebaran kita usahakan sore atau siang juga tetap dimonitor kondisi kebersihan pantai," pungkasnya.










