Tanpa Status Unggulan, Jonatan Christie Cs Hadapi Jalan Terjal di World Tour Finals 2025
Rabu, 26 November 2025 | 17:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara Foto/Xinhua/Hou Zhaokang
Tak ada satu pun dari lima wakil Indonesia yang berstatus unggulan dalam ajang penutup musim BWF World Tour Finals 2025 di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, China, 17-21 Desember 2025.
Berdasarkan laman resmi BWF, Selasa, 25 November 2025, Indonesia memiliki wakil yang tersebar di sektor tunggal putra melalui Jonatan Christie dan tunggal putri Putri Kusuma Wardani.
Lalu dari sektor ganda putra ada dua pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, serta ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.
BACA JUGA
PBSI Bedah Performa Tim Bulu Tangkis di BATC 2026, Fokus Total Menuju Thomas dan Uber
Richie Richardo Kecewa Tutup Kiprah di Level Junior dengan Meraih Medali Perunggu
All Indonesian Final Berpihak ke Leo/Bagas di Thailand Masters
Namun dalam peringkat akhir Race to Finals, tak ada satu pun dari mereka yang menembus empat besar, sehingga tak mendapatkan status unggulan yang memberikan posisi lebih aman di undian fase grup.
Undian World Tour Finals memiliki aturan khas, tanpa pemisahan kontestan senegara dalam satu grup. Empat unggulan akan ditempatkan sesuai slot, sementara empat pemain atau pasangan lainnya diundi bebas untuk mengisi dua grup yang tersedia.
Tantangan Berat Menanti di BWF World Tour Finals 2025**
Ajang penutup musim selalu menghadirkan tensi tinggi, namun BWF World Tour Finals 2025 di Hangzhou akan menjadi panggung lebih menantang bagi skuad Indonesia.
Tak ada satu pun dari lima wakil Indonesia yang berstatus unggulan, otomatis menempatkan mereka pada jalur berat sejak fase grup.
Bagi fans Indonesia, skenarionya terdengar menegangkan. Tetapi sejarah membuktikan status unggulan bukan segalanya.
Viktor Axelsen menjadi juara tunggal putra World Tour Finals 2023 meski peringkat Race to Finals-nya berada di urutan kelima. Sementara unggulan pertama Kodai Naraoka justru tersingkir di fase grup.
Situasi serupa bisa saja terjadi bagi wakil Indonesia yang tengah memuncak performanya. Jonatan Christie sedang berada dalam periode emas, tiga gelar dalam lima turnamen terakhir, termasuk kemenangan atas Anders Antonsen dan Shi Yu Qi di dua final berbeda. Peluangnya makin terbuka setelah Shi diragukan tampil karena cedera.
Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri juga datang dengan momentum luar biasa. Meski hanya mengikuti delapan turnamen, mereka menembus lima final sejak debut pada Juli. Mereka juga punya modal satu gelar yang diraih di China.
Masih terbuka pula peluang perubahan daftar peserta. Putri KW serta Sabar/Reza yang berada di posisi kelima Race to Finals bisa naik menjadi unggulan bila pemain di atas mereka mundur.
Undian grup akan digelar di Shanghai pada 13 Desember, empat hari sebelum dimulainya pertandingan di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium.
Indonesia baru sekali menjuarai World Tour Finals pada 2019 lewat Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, yang mengalahkan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe 24-22, 21-19.
Sejak saat itu, belum ada lagi bendera Merah Putih berkibar di puncak turnamen penutup musim.(Antara)










