ID EN

Richie Richardo Kecewa Tutup Kiprah di Level Junior dengan Meraih Medali Perunggu

Minggu, 19 Oktober 2025 | 10:51

Penulis: Respaty Gilang

Richie Richardo
Richie Ricardo.
Sumber: Antaranews

Di panggung internasional junior bulu tangkis dunia, tampil dan menoreh capaian bukan lagi sekadar bonus bagi Richie Duta Richardo, itu adalah tanda bahwa babak baru kariernya sudah menunggu. Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia asal Tanjung Pinang ini menutup kiprahnya di kategori junior dengan medali perunggu di BWF World Junior Championships 2025. 

Menurutnya, pertandingan yang pada laga tersebut bukan akhir, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar untuk naik ke level senior.

Jejak Prestasi Richie Richardo

Richie lahir pada 23 November 2007 dan bernaung di klub sekaligus binaan elite, PB Djarum.

Profil resminya menunjukkan bahwa ia kini tercatat sebagai tunggal putra dengan BWF ID 89808.

Beberapa prestasi pentingnya antara lain:

Juara pada Malaysia International Series 2024.

Semifinalis di Badminton Asia Junior  Championships 2024. 

Medali perunggu di World Juniors 2025 setelah dikalahkan oleh tunggal China, Liu Yang Ming Yu, dengan skor 7-15, 15-10, 13-15. 

Pencapaian-pencapaian itu bukan hasil kebetulan, tapi refleksi betapa Richie sudah cukup matang secara teknik, stamina, dan mental untuk bersaing di level global.

Semangat “Naik Kelas” yang Terbit dari Kekalahan

Pertandingan semifinal World Juniors menjadi momen fatik bagi Richie,ia sempat unggul set kedua, namun akhirnya harus mengakui keunggulan Liu di gim penentuan. Dalam wawancara sesudahnya, ia mengakui:

“Saya kecewa dengan hasil hari ini karena belum bisa menciptakan all Indonesian final. Di poin-poin kritis saya kurang bisa memanfaatkan keadaan," ungkapnya.

Richie secara terbuka menyatakan bahwa turnamen ini adalah yang terakhir untuknya di kategori junior, selebihnya, waktunya akan dihabiskan untuk naik ke dunia senior.

Dengan demikian, babak junior yang ia tinggalkan bukan berarti mundur, melainkan “memindahkan garis start” ke fase yang berbeda.

Tantangan Baru di Dunia Senior

Naik ke level senior berarti menghadapi kondisi yang berbeda: kecepatan permainan lebih tinggi, variasi serangan lebih canggih, dan pengalaman lawan yang lebih matang. Richie sendiri dari data turnamennya menunjukkan bahwa ia sudah mulai menjajal turnamen senior seperti Kaohsiung Masters 2025 dan sebagainya. 

Richie Duta Richardo menerima bahwa dunia junior baginya sudah mencapai titik akhir,tetapi itu bukan penutupan cerita, melainkan pembukaan bab selanjutnya. Ia kini fokus tancap gas ke level senior dengan target yang jauh lebih menantang, bukan hanya menembus perempat­final atau semifinal, tapi naik ke podium dan menjadi bagian dari generasi unggulan tunggal putra Indonesia.

Semangatnya yang sudah terhimpun sejak klub PB Djarum, ditambah pengalaman bertanding internasional, memberi fondasi kuat. Sekarang pilihannya adalah bagaimana ia mempercepat proses adaptasi, memperkuat keunggulan teknis, dan menavigasi kompetisi senior yang brutal namun juga penuh peluang.