Filosofi di Balik Medali SEA Games 33 Thailand
Senin, 24 November 2025 | 21:14
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Antaranews
Persiapan SEA Games ke-33 dan ASEAN Para Games ke-13 yang digelar di Thailand semakin terasa spesial. Bukan cuma karena atlet-atlet terbaik Asia Tenggara akan unjuk gigi, tapi juga karena medali yang akan diperebutkan dirancang dengan sangat estetis, menggabungkan motif olahraga kontemporer dan seni tradisional Thailand dalam satu karya yang bermakna.
Gubernur Sports Authority of Thailand (SAT), Kongsak Yodmanee, menjelaskan bahwa desain medali ini bukan sekadar simbol kemenangan, melainkan lambang kebanggaan. Desainnya digadang-gadang “indah dan tahan lama” sebagai perwujudan nilai-nilai olahraga yang dijunjung tinggi dalam tema resmi ajang “Play by The Rules”.
Apa yang membuat medali ini unik? Pertama, motif garis-garis tradisional Thailand (grid Krid) dipadukan dengan garis lapangan olahraga modern, menciptakan simbol yang mewakili identitas Thailand sekaligus semangat kompetisi atletik.
BACA JUGA
Akhir Penantian 12 Tahun, Tim Compound Beregu Putri Indonesia Raih Emas SEA Games 2025
Janice dan Rifqi Melaju ke Semifinal, Tenis Indonesia Tampil Meyakinkan
Penyelesaian Akhir Buruk, Garuda Muda Takluk dari Filipina
Seni dan Atletisme Bertemu dalam Satu Medali
Kombinasi ini menjadi metafora visual dari kerja sama negara-negara ASEAN melalui olahraga, bahwa meski berbeda budaya, mereka punya garis besar kesamaan persatuan, disiplin, dan fair play.
Motif latar belakang medali menggunakan pola tenun tradisional Thailand, melambangkan jalinan persahabatan antar atlet dari seluruh negara ASEAN.
Garis-garis interlacing ini tidak sekadar dekoratif, tetapi menyiratkan kekuatan olahraga untuk menghubungkan masyarakat, budaya, dan kebanggaan nasional.
Kualitas yang Tidak Sekadar Gaya
Di balik rancangan yang artistik, medali ini juga dibuat dengan kualitas tinggi. Diameter medali adalah 8,5 cm dan tebal 0,8 cm, dengan konstruksi yang tahan benturan. Lapisan emas, perak, dan nikel pada permukaan medali dirancang agar tidak mudah terkelupas.
Bagian depan medali menampilkan logo resmi SEA Games ke-33, sedangkan sisi belakang menampilkan lambang Federasi SEA Games beserta informasi tentang ajang tersebut.
Filosofi Play by The Rules
Tema “Play by The Rules” tidak hanya slogan kosong. Nilai-nilai aturan, disiplin, sportivitas, dan keadilan benar-benar dijiwai dalam desain medali. Menurut Kongsak, desain medali mencerminkan identitas Thailand sebagai tuan rumah sekaligus simbol kerja sama regional antara negara-negara ASEAN.
Nilai ini sangat relevan di dunia olahraga, kemenangan yang diraih dengan cara yang benar, penghargaan terhadap lawan, dan semangat komunitas antar negara. Untuk para atlet muda, medali seperti ini menjadi lebih dari sekadar logam namun sebuah pengakuan atas perjuangan, dedikasi, dan integritas.
Versi Para Games: Simetri yang Menguatkan Pesan
Menariknya, medali untuk ASEAN Para Games ke-13 yang akan digelar di Nakhon Ratchasima pada 20–26 Januari 2026, akan mengadopsi desain yang sama secara keseluruhan. Hanya logo dan identitas event yang berbeda. Ini menunjukkan komitmen kuat tuan rumah Thailand untuk menjaga keseragaman simbolik dan nilai yang diusung di kedua event.
Kongsak menegaskan bahwa setiap medali diproduksi dengan standar tinggi. Dia menaruh keyakinan bahwa medali-medali tersebut akan menjadi harta simbolis yang selalu dikenang oleh para pemenang, bukan hanya sebagai bukti kemenangan, tapi juga lambang kehormatan.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!