Syuting di Jalur Ekstrem, Amanda Manopo Belajar Ritme dan Keselamatan Mendaki Gunung
Kamis, 20 November 2025 | 09:48
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Farika Khotimah
Aktris Amanda Manopo mendapat pengalaman baru yang tak terlupakan selama menjalani proses syuting film horor "Dusun Mayit" di Gunung Welirang, Jawa Timur. Bukan sekadar akting, Amanda justru mendapatkan banyak pelajaran penting tentang pendakian gunung setelah harus melewati jalur ekstrem dalam kondisi gelap.
Jangan Terburu-Buru Saat Mendaki!
Syuting di jalur terjal membuat Amanda menyadari pentingnya mengatur ritme tubuh. Ia menekankan pendaki harus berjalan santai dan tidak memaksakan kecepatan.
BACA JUGA
Dari Panji Trihatmodjo hingga Oki Rengga Turut Memeriahkan Indonesian Footgolf Open 2025
Wakil Indonesia Kembali ke Dakar, Julian Johan Siap Arungi Reli Paling Ekstrem di Dunia
Bali Tuan Rumah Red Bull Cliff Diving World Series 2026, Sport Tourism Makin Menguat
"Yang penting jangan terburu-buru. Jalan santai, atur napas. Kalau maksa cepat, yang kalah itu napas dan heart rate," ujarnya di Jakarta, Selasa 19 November 2025.
Pengalaman itu membuat Amanda semakin paham, pengelolaan napas dan menjaga kestabilan detak jantung adalah kunci agar pendakian tetap aman dan nyaman.
Fokus di Jalur Sempit Berbatasan Jurang
Tak hanya soal ritme, Amanda juga belajar betapa pentingnya fokus saat harus melewati jalur sempit yang langsung berbatasan dengan jurang.
Menurutnya, ketenangan justru membantu tubuh menyesuaikan tantangan di medan terjal.
"Santai saja. Lama-lama juga nyampe," kata Amanda, yang sebelumnya telah mempersiapkan fisik lewat joging rutin dan latihan jalan kaki sebelum syuting dimulai.
Latihan fisik itu terbukti membantunya mengatasi jalur yang menantang tanpa mengalami cedera apa pun sepanjang syuting.
Turun Gunung Saat Magrib Jadi Momen Paling Menegangkan
Salah satu pengalaman paling mendebarkan bagi Amanda adalah perjalanan turun gunung dalam kondisi minim cahaya. Hal itu menuntut konsentrasi ekstra dari seluruh tim.
"Kalau turun pas magrib itu agak seram, karena enggak ada lampu," katanya.
Minimnya penerangan membuat setiap langkah harus benar-benar diperhatikan agar tidak terpeleset di jalur yang gelap dan licin.
Jalur Khusus Produksi: Lebih Sempit dan Terjal
Untuk kebutuhan film, tim produksi "Dusun Mayit" tidak menggunakan jalur pendakian umum. Mereka memilih jalur lebih sempit dan ekstrem sehingga seluruh pemain dan kru harus meningkatkan kewaspadaan.
Amanda menjelaskan bahwa medan tersebut menuntut semua orang untuk benar-benar memperhatikan pijakan kaki agar tidak sampai jatuh. Meski begitu, proses syuting berjalan lancar tanpa insiden berarti.
Pentingnya Persiapan Fisik dan Memahami Medan
Dari seluruh proses yang dijalani, Amanda menyimpulkan bahwa persiapan fisik, fokus, dan memahami kondisi lingkungan adalah hal yang wajib diperhatikan siapa pun yang ingin mendaki gunung.
Pengalaman ini sekaligus memberikan wawasan baru bagi Amanda terkait dunia pendakian, sesuatu yang sebelumnya tidak begitu dekat dengan aktivitasnya sebagai aktris.
Film "Dusun Mayit" mengisahkan empat mahasiswa yang mendaki Gunung Welirang dan akhirnya tersesat di sebuah desa misterius yang menuntut tumbal.
Pengalaman mendaki yang nyata selama proses syuting diharapkan dapat memperkuat atmosfer cerita dan menghadirkan nuansa horor yang lebih autentik.(Antara)***










