Wakil Indonesia Kembali ke Dakar, Julian Johan Siap Arungi Reli Paling Ekstrem di Dunia
Jumat, 2 Januari 2026 | 17:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/HO/Julian Johan
Setelah 14 tahun absen, Indonesia kembali memiliki wakil di salah satu ajang Motorsport paling brutal dan legendaris di dunia. Pereli Indonesia Julian Johan dipastikan turun di Rally Dakar 2026, ajang reli lintas gurun paling ekstrem di dunia.
Jeje sapaan akrab Julian Johan telah tiba di Arab Saudi untuk mengikuti Rally Dakar 2026 yang akan berlangsung pada 3–17 Januari 2026. Ia akan berpasangan dengan co-driver asal Prancis, Mathieu Monplaisi.
Jeje menjadi penerus pereli Indonesia di Dakar setelah terakhir kali Kasih Anggoro tampil pada edisi 2011. Sebelumnya, Indonesia juga pernah diwakili Tinton Soeprapto pada Dakar 1988.
BACA JUGA
Bali Tuan Rumah Red Bull Cliff Diving World Series 2026, Sport Tourism Makin Menguat
Anak Pantai Sumbawa Ini Bikin Australia Bertekuk Lutut di Kejuaraan Dunia Surfing
Syuting di Jalur Ekstrem, Amanda Manopo Belajar Ritme dan Keselamatan Mendaki Gunung
Bagi Jeje, Dakar bukan sekadar lomba, melainkan perjalanan sarat makna personal dan historis.
“Mereka termasuk orang-orang yang membuat saya memiliki motivasi lebih untuk melanjutkan perjuangan mereka di Rally Dakar. Tapi satu hal yang menarik memang, Dakar tidak hanya membutuhkan biaya besar, tetapi juga membutuhkan keberanian besar dan kenekatan,” ujarnya.
Ia menegaskan reli ini menuntut lebih dari sekadar kesiapan finansial dan teknis.
Dengan Medan yang sangat panjang dan berat, finansial saja tidak cukup.
Rally Dakar 2026 menjadi debut Jeje di ajang ini. Meski telah lama mengikuti Dakar sebagai penonton dan pengamat, ia mengakui terjun langsung sebagai peserta menghadirkan tantangan berbeda.
“Semua terasa baru, mulai dari mobil, cuaca, hingga teknik mengemudi di pasir. Fokus utama persiapan saya adalah memahami teknik berkendara di Medan pasir,” katanya.
Jeje akan mengendarai Toyota Land Cruiser 100, kendaraan legendaris yang pernah membawa tim Toyota Jepang meraih gelar Juara Dakar pada awal 2000-an.
Pengalaman mengemudikan mobil ini serta sesi latihan di Maroko menjadi modal penting dalam adaptasinya.
Untuk target, Jeje memilih bersikap realistis, bisa finis setiap hari dengan kendaraan utuh, minim kerusakan, dan seluruh tim dalam kondisi baik.
Selain menyiapkan fisik dan kendaraan, Jeje juga membekali diri dengan perlengkapan survival, peralatan medis, hingga pengetahuan rescue dan recovery kendaraan dari pengalamannya mengikuti Asia Cross Country Rally (AXCR) 2023 dan 2024.










