ID EN

Bali Tuan Rumah Red Bull Cliff Diving World Series 2026, Sport Tourism Makin Menguat

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:09

Penulis: Arif S

Pantai Kelingking Nusa Penida.
Arsip - Pantai Kelingking Nusa Penida.
Sumber: Pexels/Dario Fernandez Ruz)

Bali kembali memainkan peran sebagai panggung global. Untuk pertama kalinya, Indonesia menjadi tuan rumah Red Bull Cliff Diving World Series 2026 pada 20-23 Mei 2026, memperebutkan Trofi King Kahekili. Penyelenggaraan ajang ini menjadi momentum bagi pengembangan Wisata Olahraga alam di Bali.

Lebih dari sekadar kompetisi loncat tebing akrobatik, penyelenggaraan ajang ini menjadi momentum bagi pengembangan wisata olahraga alam di Bali. Sebuah strategi yang menempatkan pulau dewata bukan hanya sebagai destinasi liburan, tetapi juga arena sport tourism kelas dunia.

Kompetisi tersebut akan membuka rangkaian musim 2026 dengan memperebutkan Trofi King Kahekili. Bali dipilih karena memiliki lanskap alam dan kekayaan budaya yang mendukung karakter ajang Olahraga Ekstrem tersebut.

Dua Ikon Alam Jadi Arena Dunia

Dua lokasi ikonik disiapkan sebagai arena pertandingan, Air Terjun Kroya di Kabupaten Buleleng dan tebing T-Rex di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

Para atlet akan melakukan lompatan akrobatik ke perairan Samudera Hindia dari ketinggian ekstrem, menghadirkan kombinasi adrenalin, presisi teknik, dan latar panorama dramatis yang jarang ditemui dalam kalender kompetisi internasional.

Atlet putra akan melompat dari ketinggian 27 meter, sedangkan atlet putri dari 21 meter. 

Ketinggian tersebut hampir tiga kali lipat dibandingkan nomor loncat indah Olimpiade, dengan kecepatan jatuh mencapai sekitar 85 kilometer per jam.

Magnet Bintang Dunia

Seri pembuka di Bali akan menghadirkan 24 atlet putra dan putri dari Australia, Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Rumania, dan Meksiko.

Juara dunia tujuh kali berturut-turut, Rhiannan Iffland, menyebut Indonesia sebagai destinasi yang berbeda dari seri-seri sebelumnya.

“Red Bull Cliff Diving telah membawa kami ke berbagai perairan eksotis di dunia. Indonesia bukan hanya memiliki panorama menakjubkan, tetapi juga budaya yang akan memperkaya pengalaman kami,” ujar Iffland dalam keterangan resminya.

Selain Iffland, ajang ini juga akan diikuti legenda cliff diving Gary Hunt serta peraih rekor skor tertinggi dalam sejarah kompetisi, Constantin Popovici.

Kehadiran nama-nama besar ini mempertegas status Bali sebagai destinasi yang mampu menarik elite olahraga ekstrem dunia.

Momentum Wisata Olahraga Alam

Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra mengatakan penyelenggaraan ajang ini menjadi momentum bagi pengembangan wisata olahraga alam di Bali.

Ia menambahkan, pemerintah daerah siap mendukung pelaksanaan kompetisi guna memberikan pengalaman terbaik bagi atlet dan kru yang datang dari berbagai negara.

Penyelenggaraan Red Bull Cliff Diving World Series 2026 di Bali juga melibatkan TNI Angkatan Laut sebagai mitra strategis dalam aspek teknis, operasional, dan pengamanan selama persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

Dengan lanskap tebing karst, air terjun alami, dan bentang Samudera Hindia sebagai latar, Bali memperluas narasi pariwisatanya, dari pantai dan budaya menuju panggung olahraga ekstrem dunia. 

Seri pembuka ini bukan hanya tentang lompatan dari ketinggian, tetapi juga lompatan besar bagi positioning Bali sebagai pusat wisata olahraga alam global.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!