Derbi Jatim: Persebaya vs Arema FC, Pertarungan Harga Diri dan Ketahanan Mental
Selasa, 11 November 2025 | 19:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Ananto Pradana
Aroma panas Derbi Jawa Timur kembali terasa. Dua rival abadi, Persebaya Surabaya dan Arema FC, bersiap bentrok di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Sabtu 22 November 2025. Tak sekadar laga perebutan tiga poin, duel ini menjadi ajang pembuktian dua pelatih, Eduardo Perez dan Marcos Santos, yang sama-sama tengah berada di bawah sorotan publik.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos menegaskan timnya tengah fokus penuh membenahi kondisi fisik sebelum melakoni laga panas di Surabaya.
“Karena banyak pemain yang tidak 100 persen, saya berusaha mengembalikan stamina pemain,” ujar Marcos di Malang, Jawa Timur, Selasa 11 November 2025.
BACA JUGA
Analisis Ropan: Aturan 7-9-11 PICU Peningkatan Kualitas Liga Super Indonesia
Malik Risaldi Dapat Kepercayaan Tavares, Tapi Tetap Harus Bersaing di Persebaya
Allano Lima Jadi Korban Rasisme, Persija Minta Federasi dan Operator Liga Bertindak Serius
Menurutnya, duel sarat gengsi seperti Derbi Jatim selalu menuntut kesiapan maksimal, terutama karena tekanan besar dari ribuan suporter lawan di stadion.
Karena itu, kebugaran dan mental menjadi dua fokus utama dalam persiapan skuad Singo Edan.
“Kami akan mempersiapkan semuanya dan membawa pulang poin dari sana,” tegas Marcos.
Arema kini berada di peringkat kesembilan klasemen sementara BRI Super League 2025/2026, dengan torehan 15 poin dari 11 laga, hasil empat kemenangan, tiga imbang, dan empat kekalahan.
Kemenangan di Surabaya menjadi target penting untuk menghapus kekecewaan atas kekalahan dari Persija Jakarta di laga kandang sebelumnya.
Selain fisik, Marcos juga memberikan dorongan psikologis untuk membangkitkan rasa percaya diri Ahmad Alfarizie dan kawan-kawan.
Ia percaya, semangat Arek Malang akan menjadi bahan bakar utama menghadapi tekanan di Gelora Bung Tomo.
Eduardo Perez Tetap Tenang di Tengah Kritik
Sementara di kubu lawan, pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez memilih tetap tenang meski timnya mendapat kritik tajam dari suporter usai beberapa hasil kurang maksimal.
“Ketika Anda bekerja di dunia sepak bola, Anda harus siap untuk segalanya. Jadi, saya menghormati semua pendapat. Saya sangat kuat sekarang. Saya berada di satu momen di mana saya lebih kuat dari sebelumnya,” kata Perez.
Persebaya baru saja ditahan imbang Persik Kediri 1-1 pada pekan ke-12. Namun, pelatih asal Spanyol itu menegaskan dirinya tidak goyah dan tetap percaya penuh pada para pemainnya.
“Saya percaya pada semua pemain di klub. Kami bekerja sangat keras setiap hari. Saya menghormati semua pendapat, tapi saya harus fokus pada pekerjaan saya,” kata Perez.
Dengan 15 poin dari 10 pertandingan, Bajul Ijo berada di peringkat kedelapan, hanya satu tingkat di atas Arema FC.
Statistik kedua tim nyaris identik, hanya berbeda pada jumlah kebobolan. Artinya, pertandingan nanti bukan sekadar derbi, tapi juga laga penentu siapa yang lebih pantas bertahan di papan tengah atau menatap empat besar.
“Dalam pekerjaan saya, setiap hari saya memberikan yang terbaik untuk klub ini. Dan saya katakan kepada Anda, jika Anda tidak siap mendengarkan hal-hal seperti ini, lebih baik Anda tidak bekerja di dunia sepak bola. Tapi saya lebih kuat dari sebelumnya,” tegas Perez.(Antara)










