ID EN

Analisis Ropan: Aturan 7-9-11 PICU Peningkatan Kualitas Liga Super Indonesia

Rabu, 26 November 2025 | 15:05

Penulis: Rojes Saragih

Liga Super Indonesia, kompetisi teratas sepak bola nasional yang sebelumnya dikenal sebagai Liga 1, terus mencatatkan perkembangan menggembirakan. Peningkatan kualitas kompetisi ini tidak hanya menarik perhatian lokal, tetapi juga membuat sejumlah klub seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, Borneo FC, Dewa United, dan Malut United semakin disegani dalam berbagai laga, baik domestik maupun regional.

Ronny Pangemanan, atau yang akrab disapa Bung Ropan, pengamat sepak bola ternama Indonesia, mengungkapkan bahwa lonjakan kualitas tersebut tidak terlepas dari kebijakan terbaru PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) tentang kuota pemain asing. Aturan yang memperbolehkan maksimal 11 pemain asing dengan komposisi sembilan pemain dalam skuad dan tujuh yang dapat diturunkan dalam pertandingan—dikenal sebagai kebijakan 7-9-11—disebut Ropan sebagai pendorong utama peningkatan daya saing liga.

Menurut Ropan, kehadiran pemain asing berkualitas telah menciptakan dinamika positif di lapangan. "Tingkat kompetisi di Liga Super Indonesia meningkat signifikan. Pertandingan menjadi lebih menarik, intens, dan teknikal," tegasnya. Hal ini memicu persaingan sehat di antara pemain, baik lokal maupun asing, untuk terus menampilkan performa terbaik.

Kompetisi Semakin Ketat, Kualitas Tumbuh Pesat

Pemain Lokal Terpacu, Peluang Timnas Terbuka Lebar

Di balik kekhawatiran banyak pihak akan terpinggirkannya pemain lokal, Ropan justru melihat fenomena sebaliknya. Aturan 7-9-11 justru memacu pemain lokal untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan standar tinggi. Semangat bersaing ini juga membuka peluang lebih besar untuk menarik perhatian pelatih Timnas Indonesia, baik level senior maupun usia dini.

Klub-Klub Unggulan Sukses Terapkan Strategi

Ropan juga menyoroti kesuksesan beberapa klub dalam mengelola kehadiran pemain asing. Persib Bandung, Persija Jakarta, Borneo FC, Dewa United, dan Malut United disebutkannya sebagai contoh tim yang tak hanya menghadirkan permainan menarik, tetapi juga berhasil menciptakan harmoni antara pemain asing dan lokal dalam ekosistem kompetitif.

Dengan demikian, kebijakan 7-9-11 tidak hanya berhasil meningkatkan daya tarik Liga Super Indonesia, tetapi juga menjadi katalis bagi peningkatan kualitas pemain lokal. Langkah ini diharapkan dapat mengantarkan sepak bola Indonesia menuju level yang lebih dihormati di kawasan Asia Tenggara, bahkan Asia.