ID EN

Riyadh, Suara Sorak dan Doa di Langit Arab

Jumat, 7 November 2025 | 10:04

Penulis: Pudila

Pesilat Indonesia Ginting Baharudin Putra kandas di babak semifinal ajang Islamic Solidarity Games (ISG) Riyadh 2025 di Arab Saudi.
Pesilat Indonesia Ginting Baharudin Putra kandas di babak semifinal ajang Islamic Solidarity Games (ISG) Riyadh 2025 di Arab Saudi.
Sumber: KOI/Rifqi Priadiansyah

Ada aroma kompetisi dan persaudaraan yang bercampur di udara Riyadh, Arab Saudi. Dari 7--21 November 2025, kota itu menjadi panggung untuk Islamic Solidarity Games (ISG). ISG merupakan ajang olahraga yang mempertemukan atlet-atlet dari negara-negara anggota OKI (Organisasi Kerja Sama Islam).

Bayangkan, lapangan-lapangan berdebu kini berkilau cahaya stadion, bendera-bendera dari Timur Tengah sampai Asia Tenggara menari bersama angin, dan semangat yang terasa bukan cuma soal menang, melainkan juga soal menyatu.

Tahun ini, Indonesia mengirim 39 atlet terbaiknya. Mereka akan tampil di tujuh cabang olahraga, dengan pencak silat jadi salah satu nomor ekshibisi yang paling ditunggu. Karena, di situlah budaya kita bersuara paling lantang di antara ribuan sorak penonton.

Memang, skuad Merah Putih kali ini belum datang dengan kekuatan penuh. Sebagian atlet tengah fokus menyiapkan diri menuju SEA Games 2025 di Thailand. Namun, di ISG, setiap langkah tetap berarti, karena di sini, olahraga bukan sekadar adu fisik, tetapi juga unjuk harmoni antarbangsa.

Dan siapa tahu, dari Riyadh, nanti kita dengar lagu Indonesia Raya berkumandang, menyelinap ke langit malam Arab, lalu pulang ke hati kita di tanah air.