Perenang Muda Adellia Persembahkan Emas Pertama Indonesia di ISG 2025
Selasa, 11 November 2025 | 17:00
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Antaranews
Ketika sebagian atlet datang ke ajang internasional dengan ambisi besar, perenang muda Indonesia Adellia justru tampil tanpa beban. Namun dari ketenangan itulah, lahir sejarah manis bagi tim renang Indonesia di Islamic Solidarity Games (ISG) 2025 Riyadh.
“(Medali emas) ini benar-benar jadi kejutan dan kado ulang tahun paling spesial buat saya,” kata Adellia seusai merebut emas, seperti dikutip dari laporan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Jakarta, Selasa, 11 November 2025.
Bertanding di Olympic Pool Riyadh, Adellia tampil luar biasa di nomor 200 meter gaya dada putri. Catatan waktunya, 2 menit 32,24 detik, menempatkannya di posisi teratas, unggul tipis dari perenang Turki Pinar Donmez (2:32,91 detik) dan wakil Lebanon Lynn El Hajj (2:33,93 detik).
BACA JUGA
Lampaui Target, Indonesia Tutup ASEAN Para Games 2025 di Posisi Kedua
Arti Medali Emas Bagi Riyan Jefri: Kemenangan di Ring, Harapan Masa Depan Keluarga
Indonesia Mantap di Posisi Runner-up SEA Games Thailand
Kemenangan itu bukan hanya menjadi medali emas pertamanya, tetapi juga emas pertama tim renang Indonesia di ISG Riyadh 2025, sebuah pencapaian yang mempertegas potensi generasi baru perenang Tanah Air di panggung internasional.
Yang membuat kisah ini semakin menarik, Adellia mengaku tidak datang dengan target besar. Kondisi tubuhnya yang belum fit dan perjalanan panjang menuju arena yang memakan waktu dua jam menjadi tantangan tersendiri. Namun ia memilih fokus menikmati perlombaan.
“Saya hanya ingin menikmati lomba dan kasih yang terbaik dari diri saya,” tuturnya.
Di Balik Tenangnya Seorang Adellia
Bagi pelatih kepala tim renang Indonesia, Albert Christiandi Sutanto, kemenangan Adellia adalah hasil dari keuletan dan ketenangan mental.
“Tapi Adellia justru tampil sangat tenang dan percaya diri. Ini hasil kerja keras dan konsistensinya selama pelatnas,” ujarnya.
Albert menambahkan, sejak awal pihaknya lebih menjagokan Flairene Candrea untuk meraih emas, namun Adellia tampil mengejutkan dengan performa stabil dari awal hingga akhir lomba.
“Dia sudah menunjukkan potensi besar sejak di 100 meter gaya dada, hanya saja sebelumnya belum beruntung,” tambah Albert.
Ketenangan Adellia di bawah tekanan adalah kualitas langka di antara atlet muda. Dalam dunia renang yang menuntut presisi dan fokus tinggi, kemampuan menjaga ritme dan mental bisa menjadi pembeda antara podium dan penyesalan.
Warna Baru untuk Tim Renang Indonesia
Emas Adellia melengkapi torehan positif skuad renang Indonesia di Riyadh. Sebelumnya, tim mixed 4x100 meter medley relay yang diperkuat Farrel Armandio Tangkas, Muhammad Dwiky Raharjo, Azzahra Permatahani, dan Nadia Aisha Nurazmi meraih perak dengan waktu 4 menit 03,53 detik.
Sementara Flairene Candrea mempersembahkan perunggu dari nomor 100 meter gaya punggung putri dengan catatan waktu 1 menit 04,20 detik.
Secara keseluruhan, performa tim menunjukkan bahwa renang Indonesia sedang memasuki fase regenerasi yang menjanjikan. Sejumlah nama muda mulai muncul, menandai babak baru pasca era senior seperti I Gede Siman Sudartawa dan Glenn Victor Sutanto.
Data dari KOI mencatat, kontingen Indonesia pada ISG 2025 mengirimkan 80 atlet lintas cabang olahraga. Namun, capaian emas Adellia di kolam renang menjadi sorotan tersendiri karena memperlihatkan potensi besar dari sektor yang kerap jadi barometer prestasi multievent Asia.
Menuju Panggung Lebih Besar
Kemenangan di Riyadh bukan hanya soal medali. Bagi Adellia, ini adalah pembuktian diri. Sebuah sinyal kuat bahwa Indonesia memiliki regenerasi tangguh untuk menghadapi SEA Games 2027 dan kualifikasi kejuaraan Asia.
Albert Christiandi optimistis pencapaian ini akan berdampak jangka panjang.
“Pencapaian ini membuktikan performa luar biasa dan sinyal positif menuju SEA Games dan ajang-ajang besar berikutnya,” tegasnya.
Di tengah sorotan dan tekanan, Adellia memilih bersenang-senang di lintasan air dan dari kesenangan itulah lahir emas yang memantulkan semangat baru bagi renang Indonesia.










