Thailand Batalkan Bebas Visa 60 Hari untuk 93 Negara, Wisatawan Wajib Cek Aturan Baru
Rabu, 20 Mei 2026 | 12:00
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Di tengah riuh pasar malam Bangkok, aroma rempah dari jajanan kaki lima, dan pantulan cahaya keemasan kuil-kuil tua di tepian Sungai Chao Phraya, Thailand selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu negara Asia paling ramah bagi wisatawan dunia. Namun kini, gerbang wisata Negeri Gajah Putih memasuki babak baru.
Kabinet Thailand pada Selasa 19 Mei menyetujui revisi terhadap kebijakan pembebasan visa yang selama ini menjadi salah satu daya tarik utama sektor pariwisatanya. Kebijakan itu secara efektif membatalkan skema bebas visa 60 hari bagi wisatawan dari 93 negara dan wilayah.
Langkah itu menandai perubahan signifikan dalam strategi perjalanan Thailand, negara dengan reputasi destinasi tropis mudah diakses, mulai dari pelancong ransel hingga wisatawan mewah.
BACA JUGA
7 Tempat Wisata Terkenal di Chonburi Thailand yang Wajib Dikunjungi, Nomor 5 Bikin Takjub
Dua Negara Asia Tenggara Masuk Daftar Tersopan Dunia, Pesona Keramahan yang Memikat Wisatawan
Ambisi Thailand Guncang Asia Tenggara Lewat Taman Hiburan Selevel Disneyland
Menurut Kementerian Luar Negeri Thailand, revisi kebijakan dilakukan untuk menyederhanakan protokol masuk ke negara tersebut. Pemerintah juga menegaskan keputusan itu dipengaruhi pertimbangan keamanan nasional, Ekonomi Pariwisata, dan prinsip timbal balik diplomatik dengan negara lain.
Peraturan baru akan mulai berlaku 15 hari setelah dipublikasikan dalam pengumuman resmi Royal Gazette. Artinya, wisatawan dunia, termasuk dari Indonesia yang berencana menjelajahi Thailand dalam waktu dekat perlu memantau perubahan aturan sebelum memesan tiket maupun akomodasi.
"Perubahan utama pada kerangka Visa Thailand termasuk kebijakan ketat yang hanya memberikan satu skema pembebasan visa per negara atau wilayah guna menghapus hak istimewa yang tumpang tindih," ujar Mungkorn Pratoomkaew, Direktur Jenderal Departemen Urusan Konsuler.
Perubahan terbesar pada penghapusan total skema bebas visa 60 hari yang sebelumnya berlaku bagi 93 negara dan wilayah.
Kebijakan itu selama ini menjadi salah satu alasan Thailand begitu populer di kalangan wisatawan internasional, terutama bagi mereka yang ingin tinggal lebih lama untuk menjelajahi budaya, pantai, hingga pegunungan Thailand.
"Perubahan paling signifikan adalah pencabutan total skema pembebasan visa 60 hari bagi seluruh 93 negara dan wilayah yang sebelumnya memenuhi syarat," kata Mungkorn dalam konferensi pers.
Tak hanya itu, Thailand juga memangkas jumlah negara yang memenuhi syarat pembebasan visa 30 hari dari 57 menjadi 54 negara. Pemerintah secara tegas menyatakan fasilitas tersebut kini hanya berlaku untuk tujuan wisata.
Kabinet juga memperkenalkan skema bebas visa 15 hari untuk tiga negara atau wilayah tertentu. Program visa saat kedatangan atau visa-on-arrival dipersempit, dari sebelumnya mencakup 31 yurisdiksi menjadi hanya empat.
Pesona Thailand Sebagai Destinasi Wisata Global

Sumber: Envato
Meski aturan masuk diperketat, pesona Thailand sebagai destinasi wisata global tetap sulit tergantikan.
Di Bangkok, wisatawan masih akan menemukan kemegahan The Grand Palace, simbol monarki Thailand. Tak jauh dari sana, Wat Arun berdiri megah di tepi sungai dengan pagoda berlapis keramik, memantulkan cahaya matahari senja.
Bagi pencinta budaya, Wat Pho tetap menjadi tujuan penting berkat patung Buddha Tidur raksasa dan tradisi pijat Thailand yang mendunia.
Sementara suasana urban Bangkok terus hidup di Chatuchak Weekend Market, pasar akhir pekan yang dipenuhi ribuan kios suvenir, kuliner, dan kerajinan lokal.
Di selatan Thailand, perairan biru kehijauan Phi Phi Islands dan ketenangan tropis Phuket masih menjadi magnet utama Wisata Bahari Asia Tenggara.
Keindahan Maya Bay dengan pasir putih dan tebing kapur dramatis terus menarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
Sementara di utara, kota tua Chiang Mai Old City menawarkan suasana lebih tenang dengan ratusan kuil kuno dan jejak sejarah Kerajaan Lanna. Tak jauh dari sana, Wat Rong Khun atau Kuil Putih menghadirkan perpaduan spiritualitas dan seni kontemporer yang unik.
Perubahan kebijakan visa ini memperlihatkan Thailand kini mencoba menyeimbangkan keterbukaan wisata dan kontrol lebih ketat terhadap arus kunjungan internasional.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!