ID EN

Menjelajah Dua Surga Wisata Lewat Rel: Banyuwangi-Bandung Segera Tersambung Kereta Langsung

Kamis, 6 November 2025 | 11:42

Penulis: Arif S

Wisata Lembang Bandung
Lembang salah satu destinasi wisata di Bandung.
Sumber: Pixabay

Bayangkan memulai pagi dengan aroma laut dari Selat Bali, lalu menutup hari di kota sejuk yang dipeluk pegunungan. Dalam waktu dekat, mimpi itu bukan lagi sekadar wacana. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember tengah menjajaki pembukaan rute baru kereta api Banyuwangi-Bandung pulang pergi (PP). Ini akan menjadi perjalanan lintas Jawa yang menyatukan dua destinasi wisata unggulan Indonesia.

“Rute baru itu diharapkan menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menciptakan segmen wisata baru dari ujung timur Jawa dari Stasiun Ketapang di Banyuwangi hingga pusat wisata dan budaya Jawa Barat di Stasiun Bandung,” ujar Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, di Jember, Jawa Timur.

Perjalanan Panjang Penuh Cerita

Jika nanti rute itu telah dibuka, dari Stasiun Ketapang, Banyuwangi, penumpang bisa berangkat pagi menuju Bandung, kota yang memadukan seni, kuliner, dan udara pegunungan menyejukkan.

Selama perjalanan, penumpang dapat menikmati matahari terbit di perairan Selat Bali dan pemandangan hijau jalur selatan Jawa. 

“Pengalaman perjalanan seperti itu bukan lagi sekadar angan, kini KAI Daop 9 Jember tengah menjajaki pembukaan rute baru tersebut,” kata Cahyo.

Saat ini memang belum ada layanan kereta langsung dari Ketapang menuju Bandung. Penumpang harus transit terlebih dahulu di Surabaya. 

Karena itu, rencana rute baru ini menjadi angin segar bagi para pejalan, fotografer, komunitas traveling, maupun keluarga pencinta petualangan jalur darat.

Banyuwangi dan Bandung: Dua Wajah Wisata Indonesia

Konektivitas Banyuwangi-Bandung bukan sekadar tentang jarak terhubung, tetapi perpaduan dua dunia wisata yang kontras sekaligus saling melengkapi.

Di ujung timur Jawa, Banyuwangi mempesona dengan Kawah Ijen, Taman Nasional Alas Purwo, pantai eksotis seperti Pulau Merah, dan budaya lokal yang kental.

Sementara di sisi barat, Bandung menghadirkan sejuknya udara pegunungan, wisata alam dan kuliner, serta sentra fesyen dan pendidikan kreatif yang tak pernah sepi pengunjung.

“Kabupaten Banyuwangi dikenal dengan Kawah Ijen, Alas Purwo, wisata pantai, dan kekayaan budaya, sedangkan Bandung dikenal sebagai sentra wisata alam, kuliner, pendidikan dan fesyen kreatif,” jelas Cahyo.

Dengan konektivitas langsung, KAI berharap muncul segmen penumpang baru, wisatawan domestik dan mancanegara, komunitas traveling, hingga keluarga penikmat perjalanan panoramik.

Data Mobilitas Naik, Peluang Wisata Makin Terbuka

Peningkatan minat perjalanan masyarakat menjadi alasan kuat di balik penjajakan rute ini. Berdasarkan data KAI, mobilitas penumpang di wilayah Daop 9 Jember meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir.

Pada Januari–Oktober 2024, total penumpang yang berangkat dan tiba di Daop 9 mencapai 3.224.921 orang. Angka itu melonjak 18 persen pada periode sama tahun 2025, dengan total 3.811.347 penumpang.

“Terjadi pertumbuhan 18 persen baik untuk penumpang berangkat maupun tiba. Peningkatan itu menegaskan bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat terus berkembang dan KAI menjawab peluang tersebut melalui inovasi layanan,” kata Cahyo.

Rute Banyuwangi-Bandung dipandang bukan hanya membuka wisata baru, tapi juga memperkuat konektivitas pendidikan, ekonomi, hingga mobilitas pelajar dan pekerja.

Rute yang Dibentuk dari Aspirasi Publik

Untuk memastikan layanan ini benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat, KAI menggelar survei minat rute Ketapang–Bandung. Masyarakat bisa memberikan dukungan dan masukan.

“Survei itu kami lakukan agar layanan yang disiapkan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. Masukan publik akan menjadi fondasi penting dalam perencanaan kami,”
jelas Cahyo.

Partisipasi publik menjadi kunci agar rute yang menjanjikan ini bisa segera terwujud. Sebab, perjalanan dari Banyuwangi hingga Bandung bukan hanya soal jarak antarstasiun tapi tentang menghubungkan dua lanskap wisata, dua budaya, dan dua pesona alam Indonesia dalam satu lintasan rel.

Jika nanti rute ini resmi dibuka, bersiaplah untuk pengalaman wisata dua kota dalam satu perjalanan panjang nan romantis. Dari aroma laut Ketapang hingga dinginnya kabut Lembang,  perjalanan yang bisa menjadi cerita wisata paling indah lintas pulau Jawa.(Antara)