ID EN

Wellness Tourism Naik Daun, Solo Jadi Pusat Gaya Hidup Sehat di Asia Tenggara

Minggu, 2 November 2025 | 10:29

Penulis: Respaty Gilang

Menteri Pariwisata
Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana pada pembukaan Wonderful Indonesia Wellness di Taman Balekambang Solo, Jawa Tengah, Sabtu, 1 November 2025.
Sumber: Antaranews

Ada sesuatu yang berbeda di udara malam Solo, Sabtu, 1 November 2025. Di bawah gemerlap lampu Taman Balekambang, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana membuka festival Wonderful Indonesia Wellness (WIW) 2025, sebuah perayaan yang bukan sekadar tentang jalan-jalan, tapi tentang menemukan keseimbangan diri di tengah hiruk-pikuk dunia modern.

Dalam sambutannya, Menteri Widiyanti menegaskan perubahan tren wisata dunia saat ini.

"Karena, dunia sekarang kan stres makin tinggi ya. Jadi, mereka mencari destinasi-destinasi yang memberikan produk-produk wellness seperti apa dan produk-produk lainnya, sehingga mereka pulang itu sehat kembali dan tidak stres lagi," ujarnya di hadapan para tamu undangan dan pelaku industri pariwisata.

Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat. Setelah pandemi, konsep wellness tourism tumbuh pesat di seluruh dunia. Wisatawan kini tidak hanya mengejar spot foto Instagramable, tapi juga pengalaman yang menyehatkan fisik dan mental. Dan Indonesia, dengan kekayaan alam dan budayanya, jadi salah satu pemain besar di panggung global ini.

Solo dan Semangat Baru Wisata Kebugaran

Dalam pengembangan wisata kebugaran, Kementerian Pariwisata menetapkan tujuh kategori Utama yaitu eco-nature tourism, jamu dan herbal, kuliner sehat, gaya hidup dan kebugaran, seni, spiritual healing, serta spa dan ethno spa. Dari daftar ini saja, Solo terlihat punya semua modalnya.

Widiyanti menilai Solo punya karakter unik yang mampu menggabungkan kebudayaan Jawa dengan konsep kesehatan modern.

"Seperti belajar menari, membuat jamu, hingga kuliner sehat," katanya.

Tak heran, kota ini kemudian dipilih menjadi salah satu pusat wellness destination di Indonesia. Pemerintah Kota Surakarta bahkan ikut berperan aktif. Dinas Pariwisata setempat menyiapkan sederet kegiatan yang penuh nuansa budaya seperti belajar gending, menari tradisional, hingga membuat makanan sehat khas Jawa.

Selain itu, Menparekraf juga menyoroti pentingnya menarik wisatawan berkualitas yang mau tinggal lebih lama dan berbelanja lebih banyak.

"Kami juga ingin menyasar wisatawan berkualitas yang tinggal lebih lama dan memiliki spending lebih besar," ujarnya.

Indonesia Jadi Pemain Besar Ekonomi Wellness

Bukan tanpa alasan Indonesia begitu serius menggarap sektor ini. Data terbaru menunjukkan, pada 2023 Indonesia menempati peringkat pertama di Asia Tenggara untuk ekonomi wellness, dengan nilai fantastis mencapai 56,4 miliar dolar AS. Lebih menarik lagi, Indonesia juga menjadi negara dengan pertumbuhan tercepat ketiga di Asia Pasifik dalam sektor ini.

Angka itu bukan sekadar statistik, tapi bukti bahwa wisata berbasis kebugaran mulai menjadi gaya hidup baru, terutama bagi generasi muda urban yang butuh tempat untuk rehat dari tekanan hidup modern.

Solo dan Yogyakarta Jadi Panggung Utama

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah pusat karena Solo dipercaya sebagai tuan rumah WIW 2025 yang berlangsung selama sebulan penuh di Solo dan Yogyakarta.

"Terima kasih atas kepercayaan Kementerian Pariwisata karena menjadikan Solo sebagai salah satu kota penyelenggara wellness tourism event. Dengan dua pilar budaya utama, Keraton dan Pura Mangkunegaran kami memiliki kekayaan pengalaman budaya yang siap dipadukan dengan konsep wisata kebugaran," katanya.

Festival ini menghadirkan lima program unggulan yang memadukan kearifan lokal dan pengalaman imersif:

1. Javanese Wisdom Immersion di Ndalem Joyokusuman
2. Gendhing For Therapy di Ndalem Mloyokusuman
3. Royal Dance Symphony di Ndalem Mloyokusuman
4. A Holy Journey di Baluwarti
5. Javanese Secret Recipe di Ndalem Joyokusuman

Kegiatan ini dirancang agar wisatawan bisa benar-benar menyelami gaya hidup sehat ala budaya Jawa, mulai dari meditasi, musik tradisional untuk terapi, hingga seni kuliner berbasis rempah dan jamu.

Dampak Ekonomi dan Harapan Baru

Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf, Vincencius Jemadu, menyebut bahwa program Wonderful Indonesia Wellness ini menjadi salah satu program unggulan nasional. Targetnya ambisius, 5.000 paket wisata wellness terjual selama masa penyelenggaraan.

"Program ini sangat spesial karena termasuk kategori special interest tourism," jelasnya.

Tak hanya bagi wisatawan, event ini juga membuka peluang besar untuk para pelaku UMKM. Pemerintah menargetkan transaksi antara Rp8,5-9 miliar, serta penjualan tiket acara pembuka dan penutup sebesar Rp4,5-5 miliar.

"Malam ini saja sudah ada 1.000 penonton yang hadir," ujarnya.

Dari Buku hingga Inspirasi Baru Wisata

Dalam pembukaan WIW 2025, Kemenparekraf juga meluncurkan buku “Wellness Journey Across the Java Wonder.” Buku ini jadi panduan bagi pelaku industri pariwisata seperti agen perjalanan dan operator tur untuk menyusun paket wellness tourism di wilayah Solo, Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

Publikasi ini diharapkan menjadi acuan untuk mengangkat potensi wisata berbasis kebugaran ke level internasional. Bayangkan, Yoga di tengah sawah, belajar menumbuk jamu di pendopo tua, atau meditasi diiringi gamelan pelan di senja Yogyakarta.

Konsep inilah yang ingin ditonjolkan, bahwa berlibur bukan cuma tentang pergi jauh, tapi tentang menemukan kembali keseimbangan diri di tempat yang kaya makna.

WIW 2025 menjadi bukti bahwa Indonesia tak hanya menjual keindahan alamnya, tapi juga menawarkan gaya hidup sehat yang berakar dari budaya lokal. Solo dan Yogyakarta kini berdiri di garis depan pergerakan wellness tourism Asia, menjadi magnet baru bagi wisatawan yang ingin mencari ketenangan, kebugaran, dan pengalaman otentik di Tanah Jawa.