ID EN

Indonesia Perluas Konektivitas Udara untuk Tarik Wisatawan Mancanegara

Rabu, 15 Oktober 2025 | 10:59

Penulis: Respaty Gilang

Ilustrasi rute pesawat
Ilustrasi rute penerbangan baru.
Sumber: Freepik

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat konektivitas transportasi sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing destinasi pariwisata nasional. Langkah ini diharapkan membuat berbagai daerah wisata di Indonesia semakin mudah diakses dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Kementerian Perhubungan mendukung penuh pengembangan sektor pariwisata melalui peningkatan konektivitas dan infrastruktur transportasi,” kata Menhub di sela kunjungan Menteri Pariwisata Widiyanthi Putri Wardhana di Jakarta, Selasa, 14 Oktober 2025.

Menurut Dudy, Kementerian Perhubungan terus memperluas dukungan melalui peningkatan aksesibilitas transportasi ke berbagai destinasi unggulan.

“Kami akan terus memperkuat akses ke destinasi wisata agar perjalanan wisatawan lebih mudah, aman, dan nyaman,” ujarnya.

Pertemuan antara Menhub dan Menpar membahas peran strategis konektivitas dalam mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata. Keduanya sepakat bahwa infrastruktur transportasi yang memadai menjadi kunci agar destinasi wisata Indonesia mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Dorongan Pembukaan Rute Penerbangan Baru

Menteri Pariwisata Widiyanthi Putri Wardhana menyampaikan usulan agar Kementerian Perhubungan memperluas jaringan penerbangan, baik domestik maupun internasional, menuju destinasi wisata prioritas dan regeneratif.

Menpar mengusulkan beberapa rute baru, di antaranya penerbangan langsung dari Bandara Yogyakarta ke sejumlah kota di China, Korea, Jepang, Australia, dan India. Selain itu, rute Silangit–Singapura, Silangit–Kuala Lumpur, serta jalur Lombok–Sydney, Labuan Bajo–Melbourne/Perth, Belitung–Kuala Lumpur, Belitung–Singapura, Manado–Manila, hingga Surabaya–Guangzhou dan Shanghai juga diusulkan untuk dibuka.

Menurut Menpar, perluasan akses penerbangan internasional penting dilakukan karena kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia menunjukkan tren positif. Namun, dibandingkan negara lain di Asia Tenggara, Indonesia masih tertinggal dalam hal jumlah kunjungan.

“Oleh karena itu, perlu kita optimalkan lagi,” tutur Menpar.

Data Kunjungan Wisatawan Terus Tumbuh

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), periode Januari–Juni 2025 mencatat 7,05 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, meningkat 9,44 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 6,44 juta kunjungan.

Meski tumbuh positif, angka tersebut masih menempatkan Indonesia di posisi kelima di ASEAN, di bawah Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura.

Menpar juga memberikan apresiasi terhadap langkah Kementerian Perhubungan yang telah memperluas akses bandara internasional di sejumlah wilayah.

“Harapannya, ini dapat memperkuat daya saing destinasi wisata Indonesia,” tutur Menpar.

Selain penerbangan, Menpar turut meminta dukungan Kemenhub dalam mempercepat pengembangan wisata bahari. Bentuk dukungan yang dimaksud mencakup peningkatan perizinan angkutan laut pariwisata, serta standar keselamatan dan pengawasan transportasi laut agar sektor wisata bahari semakin berkembang.

Langkah-langkah kolaboratif ini diharapkan mampu membuka peluang baru bagi industri pariwisata Indonesia, sekaligus memperkuat posisi negara sebagai salah satu destinasi unggulan di kawasan Asia Pasifik. (Antara)