ID EN

Diplomasi Wisata Indonesia Makin Kuat, Arab Saudi Jadi Mitra Kunci di Timur Tengah

Rabu, 12 November 2025 | 07:00

Penulis: Respaty Gilang

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pariwisata Kerajaan Arab Saudi Ahmed Aqeel Al Khateeb di Riyadh.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pariwisata Kerajaan Arab Saudi Ahmed Aqeel Al Khateeb di Riyadh.
Sumber: Antaranews

Langkah strategis dilakukan Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Pariwisata dalam memperluas pasar wisata internasional. Dalam kunjungan kerja ke Riyadh, Arab Saudi, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bertemu langsung dengan Menteri Pariwisata Kerajaan Arab Saudi Ahmed Aqeel Al Khateeb. Keduanya membahas peluang besar untuk pertukaran wisatawan antara dua negara yang punya hubungan historis dan spiritual yang kuat.

“Kami membahas potensi pertukaran wisatawan antara Indonesia dan Arab Saudi. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah terbesar wisatawan ziarah dan umrah ke Arab Saudi. Kami berharap Arab Saudi juga dapat mengirim lebih banyak wisatawan ke Indonesia, negara tropis yang kaya keindahan alam dan budaya, terutama saat musim libur panjang,” ujar Widiyanti dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa, 11 November 2025.

Pertemuan bilateral ini menjadi bagian dari agenda United Nations Tourism General Assembly (UNTGA) yang digelar di Riyadh pada 8–11 November 2025. Forum bergengsi ini merupakan wadah dua tahunan di bawah naungan PBB yang diikuti lebih dari 160 negara anggota UN Tourism, membahas arah kebijakan global di sektor pariwisata berkelanjutan dan inklusif.

Dari Spiritual Tourism ke Leisure Destination

Selama ini, arus wisatawan dari Indonesia ke Arab Saudi didominasi oleh perjalanan umrah dan ziarah, dengan jumlah yang terus meningkat setiap tahun. Data Kementerian Agama menunjukkan, hingga 2024, lebih dari 1,2 juta jemaah umrah berangkat ke Arab Saudi, menjadikan Indonesia salah satu pasar terbesar di dunia.

Namun kini, arah diplomasi pariwisata Indonesia mulai diperluas. Widiyanti menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya sebatas spiritual tourism, melainkan juga mendorong pertukaran wisata leisure di mana wisatawan Arab bisa menikmati pesona alam tropis Indonesia.

“Hubungan yang dilandasi persaudaraan dan kepercayaan itu menjadi fondasi penting dalam memperkuat kerja sama sektor pariwisata kedua negara,” ujarnya.

Kedua pihak juga sepakat menindaklanjuti nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah dirumuskan, mencakup tiga sektor prioritas:

1. Pengembangan sumber daya manusia di bidang pariwisata,
2. Peningkatan arus kunjungan wisatawan, dan
3. Kolaborasi investasi untuk penguatan infrastruktur pariwisata.

Menteri Ahmed Aqeel Al Khateeb menyambut positif langkah tersebut dan menegaskan komitmen Kerajaan Arab Saudi untuk aktif merealisasikan kerja sama di sektor strategis tersebut.

Kampanye Global “Wonderful Indonesia” di Panggung Dunia

Kunjungan Widiyanti ke Riyadh menjadi lanjutan dari agenda sebelumnya di World Travel Market (WTM) London 2025, yang berlangsung pada 3–7 November. Di sana, Indonesia kembali menegaskan visinya sebagai destinasi unggulan Asia Tenggara lewat kampanye “Wonderful Indonesia: Go Beyond Ordinary”.

Kampanye ini mencuri perhatian publik Inggris lewat 17 taksi hitam ikonik London yang dilapisi desain promosi pariwisata Indonesia dan beroperasi selama delapan minggu di jantung kota London. Strategi visual ini menegaskan pendekatan baru pariwisata Indonesia yang lebih kreatif, modern, dan digital-minded.

Bagi Indonesia, diplomasi pariwisata bukan sekadar upaya meningkatkan jumlah kunjungan, tapi juga membangun persepsi global. Dengan kerja sama aktif bersama Arab Saudi dan partisipasi di forum dunia seperti UN Tourism, Indonesia menegaskan diri sebagai pemain penting dalam lanskap pariwisata global, negara yang bukan hanya dikunjungi, tapi juga mampu menginspirasi dunia lewat kekayaan budayanya.