ID EN

Lombok Sambut Rute Indonesia-Turki: Konektivitas Baru untuk Dongkrak Wisata Mandalika dan NTB

Jumat, 31 Oktober 2025 | 14:10

Penulis: Arif S

Gunung Rinjani
Pesona keindahan alam Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Sumber: Pixabay

Bayangkan terbang langsung dari Turki dan mendarat di pulau tropis dengan laut sebening kaca, pasir putih, dan panorama Gunung Rinjani di kejauhan. Tak lagi hanya mimpi, sebentar lagi Lombok akan menjadi pintu baru konektivitas wisata internasional setelah masuk dalam daftar rute penerbangan baru Indonesia-Turki.

Langkah besar ini diharapkan menjadi babak baru bagi pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadikan Bandara Lombok sebagai salah satu gerbang dunia menuju surga tropis Indonesia bagian timur.

Bandara Lombok Siap Menyambut Dunia

Menurut Humas Bandara Lombok, Angga Maruli Anugrah, pihaknya telah menyiapkan infrastruktur dan fasilitas terbaik untuk menyambut penerbangan baru tersebut.

“Kami siap melayani rute baru baik itu domestik atau internasional,” ujarnya di Lombok Tengah, Kamis.

Bandara Lombok kini sudah berstandar internasional dan mampu melayani pesawat berbadan lebar, termasuk yang digunakan untuk penerbangan jarak jauh.

“Seperti saat pergelaran MotoGP yang digelar di Sirkuit Mandalika. Kedatangan kru, pembalap, dan logistik berjalan dengan baik sesuai rencana,” tambahnya.

Dengan pengalaman mengelola arus wisatawan berskala global, Bandara Lombok percaya diri mampu menjadi simpul utama konektivitas baru antara Indonesia dan Turki.

Dari Istanbul ke Lombok: Jejak Wisata yang Terhubung

Rencana rute Lombok-Turki bukan hanya sekadar penambahan jalur penerbangan. Ia adalah simbol keterhubungan budaya dan ekonomi antara dua negara dengan kekayaan sejarah luar biasa.

Kesepakatan itu dihasilkan dalam konsultasi hubungan udara bilateral antara Indonesia dan Turki yang berlangsung pada 22–23 Oktober 2025 di Istanbul.

“Pertemuan ini menghasilkan penandatanganan dua dokumen penting, yaitu record of discussion dan implementing arrangement, yang menjadi dasar penguatan hubungan udara dan kerja sama penerbangan antara kedua negara,” kata Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan, Agustinus Budi Hartono.

Dalam pertemuan tersebut, delapan destinasi baru di Indonesia resmi masuk dalam daftar perjanjian, yaitu Yogyakarta, Majalengka, Manado, Medan, Balikpapan, Sorong, Kediri, dan Lombok, melengkapi dua kota utama sebelumnya, Jakarta dan Denpasar.

Sementara di sisi Turki, dua kota baru, Izmir dan Bodrum turut ditambahkan selain Istanbul, Ankara, dan Antalya.

Konektivitas yang Menyatukan Wisata dan Ekonomi

Lobi terminal Bandara Lombok, Nusa Tenggara Barat di Lombok Tengah.
Lobi terminal Bandara Lombok, Nusa Tenggara Barat di Lombok Tengah.
Sumber: Antara/Akhyar Rosidi.

Bagi Lombok, rute baru ini bisa menjadi game changer bagi sektor pariwisata. Wisatawan dari Eropa Timur dan Timur Tengah kini dapat menjangkau NTB tanpa harus transit di Jakarta atau Bali.

“Peningkatan kapasitas ini menjadi langkah strategis untuk membuka konektivitas yang lebih luas antara Indonesia dan Turki. Kesepakatan ini juga membuka peluang bagi maskapai untuk menjajaki rute-rute baru di luar Jakarta dan Denpasar,” jelas Agustinus.

Tak hanya memperluas akses wisata, kerja sama ini juga membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat jaringan perdagangan, serta menciptakan peluang investasi baru, terutama di kawasan strategis seperti Mandalika yang kini kian dikenal dunia lewat ajang MotoGP.

Langkah Nyata Menuju Lombok Go Global

Meski jadwal penerbangan Lombok-Turki masih menunggu keputusan resmi, Bandara Lombok sudah menyatakan kesiapan penuh.

“Kami akan sampaikan kembali kalau sudah ada informasi terkait jadwal penerbangan rute baru Lombok–Turki tersebut,” kata Angga.

Dengan fasilitas modern, pengalaman menyambut event internasional, dan dukungan dari berbagai pihak, Lombok siap naik kelas menjadi hub pariwisata global.

Karena di era konektivitas ini, satu penerbangan baru bukan sekadar menambah rute tapi membuka jendela dunia untuk melihat betapa indahnya Indonesia dari udara.(Antara)