ID EN

Mandalika Kartini Race 2026, Strategi Baru Promosi Wisata Indonesia Lewat Motorsport

Rabu, 8 April 2026 | 15:00

Penulis: Arif S

Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Sumber: Antara Foto/Ahmad Subaidi

Di tengah geliat olahraga otomotif Tanah Air, Mandalika Kartini Race 2026 muncul sebagai lebih dari sekadar ajang balap. Event ini diposisikan sebagai tonggak penting dalam perjalanan motorsport nasional, menggabungkan kompetisi, sejarah, dan semangat perubahan.

Digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika pada 1-3 Mei mendatang, ajang ini menjadi bagian dari Festival of Speed 2026 yang juga menghadirkan kejuaraan kelas dunia GT World Challenge Asia. Kombinasi ini menempatkan Mandalika sebagai pusat perhatian motorsport kawasan.

Direktur Utama MGPA Priandi Satria menegaskan signifikansi event ini dalam konteks lebih luas. 

“Ajang ini menjadi sejarah penting bagi perkembangan motorsport nasional,” ujar Priandi Satria di Lombok Tengah, Rabu.

Mandalika Kartini Race 2026 adalah kejuaraan balap khusus perempuan, sebuah konsep yang jarang ditemui dalam motorsport Indonesia. Kehadirannya tidak hanya mengisi kalender balap, tetapi juga membawa pesan kuat tentang kesetaraan.

Inspirasi utama ajang ini berakar pada semangat Raden Ajeng Kartini, tokoh emansipasi perempuan Indonesia. Nilai-nilai perjuangannya diterjemahkan ke dalam lintasan balap, menghadirkan simbol baru bagi perempuan di dunia otomotif.

“Event ini dihadirkan sebagai semangat baru untuk memperingati Hari Kartini dan Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day),” katanya.

Lebih jauh, event ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan peran perempuan Indonesia di motorsport. 

Tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai aktor utama dalam ekosistem balap yang selama ini didominasi laki-laki.

“Balapan ini merupakan balap khusus yang melibatkan pembalap perempuan sebagai bagian dari rangkaian event Mandalika Festival of Speed (MFoS) bersamaan dengan event internasional GT World Challenge Asia,” katanya.

Dengan menggabungkan olahraga, emansipasi, dan Promosi Pariwisata, Mandalika Kartini Race tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari narasi besar tentang kemajuan dan inklusivitas.

“Kehadiran ajang ini bukan sekadar pelengkap, melainkan memiliki makna strategis dalam mendorong kesetaraan gender di dunia otomotif,” katanya.

Sebagai pengelola sirkuit, MGPA melihat ajang ini sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan motorsport nasional. Tidak hanya menciptakan kompetisi, tetapi juga membuka ruang pembinaan bagi talenta baru.

“Kami melihat potensi besar dari para pembalap perempuan Indonesia, baik yang sudah berpengalaman maupun generasi muda," katanya.

Sejalan dengan visi Ikatan Motor Indonesia melalui program Women in Motorsport, ajang ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi dan inspirasi. 

Tujuannya melahirkan lebih banyak pembalap perempuan yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional.

Di sisi lain, Mandalika Kartini Race juga membawa misi promosi wisata. Branding pada kendaraan balap menjadi medium kreatif untuk memperkenalkan Destinasi Indonesia ke panggung global.

"Pada saat yang sama, kami ingin memperkenalkan berbagai Destinasi Wisata Indonesia melalui branding pada kendaraan,” pungkasnya.