Rinjani Kembali Dibuka, 3.000 Pendaki Langsung Berebut Tiket
Minggu, 29 Maret 2026 | 14:00
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Antaranews
Lonjakan minat pendakian ke Gunung Rinjani kembali membuktikan satu hal bahwa Rinjani masih jadi “wishlist wajib” para traveler Indonesia.
Memasuki awal April 2026, momen libur panjang langsung diserbu para pendaki. Hasilnya? Kuota pendakian di awal pembukaan jalur resmi langsung ludes terjual.
"Sekitar 3.000 calon pendaki sudah memesan tiket melalui aplikasi E-Rinjani. Pada pekan-pekan awal pembukaan jalur pendakian, kuota sudah penuh," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR Astekita Ardiaristo saat ditemui dalam acara Festival Rinjani Begawe di Mataram, Sabtu, 28 Maret 2026.
BACA JUGA
Pendakian Gunung Rinjani Kembali Dibuka 28 Maret 2026, Ini Pertimbangannya
Melihat Rinjani dari Banyak Arah, Destinasi Non-Pendakian yang Mulai Mencuri Perhatian
Gunung Rinjani Ditutup Sementara untuk Keselamatan Pendaki dan Pemulihan Ekosistem
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sebelumnya menutup jalur pendakian sejak 1 Januari hingga 31 Maret 2026. Penutupan ini dilakukan demi Pemulihan Ekosistem sekaligus menghindari risiko cuaca ekstrem.
Begitu dibuka kembali pada 1 April, antusiasme langsung meledak, seolah banyak pendaki yang sudah “kangen berat” dengan trek, sunrise, dan panorama Segara Anak dari ketinggian.
"Jalur utara sekitar 400 kuota pendaki sudah penuh semua. Tanggal 3-5 April 2026 libur panjang," ucap dia.
Rinjani 7.0: Pendakian Makin Canggih dan Aman
Tahun ini, pengalaman mendaki Rinjani juga naik level lewat program baru bernama Rinjani 7.0. Ini bukan sekadar gimmick, tapi upgrade serius dari sisi keselamatan dan teknologi.
"Rinjani 7.0 adalah tujuh inovasi penguatan sistem keselamatan pendakian berbasis data dan teknologi," ujar Astekita.
Beberapa inovasi yang diperkenalkan meliputi penggunaan alat pelacak untuk pendaki, sistem komunikasi terpadu di seluruh kawasan gunung, hingga command center yang siap memantau kondisi lapangan secara real-time.
Buat kamu yang baru pertama kali naik gunung atau solo hiking, sistem ini jadi kabar baik karena faktor safety makin diperhatikan.
Rinjani, Destinasi yang Tak Pernah Sepi
Popularitas Rinjani memang bukan hal baru. Sepanjang 2025 saja, kawasan ini mencatat lebih dari 80 ribu pendaki.
Totalnya mencapai 80.214 orang, dengan dominasi Wisatawan Mancanegara sebanyak 43.236 orang, sementara Wisatawan Domestik mencapai 36.978 orang.
Menariknya, aktivitas wisata non-pendakian juga cukup tinggi. Ada lebih dari 52 ribu kunjungan, didominasi wisatawan lokal yang menikmati keindahan alam tanpa harus summit.
Dari sisi ekonomi, dampaknya juga besar. Perputaran uang di kawasan ini tembus Rp182,05 miliar, dengan PNBP mencapai Rp25,92 miliar. Ini menunjukkan bahwa Rinjani bukan cuma destinasi petualangan, tapi juga motor Ekonomi Pariwisata.










