Ribuan Pelari Mandalika Last Sunday Run Galang Donasi untuk Korban Banjir Sumatra
Minggu, 28 Desember 2025 | 15:33
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Antaranews
Ajang lari Mandalika Last Sunday Run yang digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, tak hanya menjadi perayaan Gaya Hidup aktif di akhir tahun, tetapi juga menjelma sebagai ruang solidaritas nasional.
Ribuan pelari yang ambil bagian dalam event tersebut ikut berkontribusi dalam penggalangan donasi untuk korban bencana banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Event yang berlangsung pada Minggu, 28 Desember 2025, itu diikuti oleh sekitar 1.200 peserta dari berbagai daerah. Mereka tidak sekadar berlari, tetapi juga membawa semangat empati terhadap saudara-saudara yang tengah terdampak bencana alam di wilayah Sumatra. Donasi yang dihimpun berasal dari partisipasi sukarela para pelari selama acara berlangsung.
BACA JUGA
11.000 Pelari Ikut Kemala Run 2026, Tanjakan Cinta Jadi Tantangan Ikonik
Mandalika Kartini Race 2026, Strategi Baru Promosi Wisata Indonesia Lewat Motorsport
18 Jam Menaklukkan Alam, Arif Wismoyono Finis Pertama di Kerinci100
"Peserta mencapai 1.200 orang. Untuk donasi yang terkumpul belum kami hitung, meskipun sedikit diharapkan dapat membantu warga yang terdampak bencana alam di Sumatera," kata Chairman Mandalika Last Sunday Run 2025 Rully Habibie di Lombok Tengah, Minggu, 28 Desember 2025.
Mandalika Last Sunday Run dirancang sebagai ajang Olahraga yang inklusif dan ramah untuk semua kalangan. Peserta diberi pilihan dua kategori lomba, yakni 4,3 kilometer dan 10 kilometer, yang memungkinkan pelari pemula hingga penghobi lari berpengalaman menikmati lintasan sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut.
Keunikan Mandalika Last Sunday Run terletak pada konsepnya yang memadukan olahraga dengan atmosfer festival. Kehadiran penampilan DJ serta deretan gerai kopi dan kuliner UMKM Lokal membuat ajang ini terasa lebih cair dan meriah. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah setempat pun mendapat ruang untuk terlibat langsung, sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.
Rully menegaskan bahwa penyelenggaraan Mandalika Last Sunday Run merupakan bagian dari strategi Mandalika Grand Prix Association untuk mengoptimalkan pemanfaatan Sirkuit Pertamina Mandalika sepanjang tahun.
Selama ini, sirkuit tersebut dikenal luas sebagai arena balap kelas dunia, namun kini mulai diperkenalkan sebagai ruang multifungsi untuk berbagai kegiatan olahraga dan hiburan.
Melalui event ini, peserta mendapatkan pengalaman yang jarang ditemui, yakni berlari di lintasan balap berstandar internasional dengan panorama alam Lombok sebagai latar. Sensasi tersebut menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi komunitas lari yang terus tumbuh di Indonesia.
"Ini lari santai, sehingga peserta juga bisa berswafoto bersama teman maupun keluarga," katanya.
Lebih jauh, Mandalika Last Sunday Run juga diproyeksikan sebagai pintu masuk pembinaan olahraga dan Promosi Pariwisata daerah. Kegiatan ini dinilai mampu memperkenalkan potensi Nusa Tenggara Barat kepada khalayak yang lebih luas, sekaligus memupuk minat masyarakat terhadap Olahraga Lari.
Menurut Rully, ajang ini masih menjadi langkah awal. Ke depan, konsep Mandalika Last Sunday Run akan terus dikembangkan agar memiliki dampak yang lebih besar, baik bagi sektor olahraga maupun Pariwisata NTB.
Oleh sebab itu, Mandalika Last Sunday Run dipastikan kembali digelar pada tahun depan dengan konsep yang diperbarui. Penyelenggara berharap, event ini dapat menjadi agenda tahunan yang dinanti dan berkontribusi terhadap peningkatan jumlah wisatawan.
"Tahun depan, Mandalika Last Sunday Run ini kembali digelar pada 27 Desember 2026," katanya.
Dengan kombinasi olahraga, hiburan, kepedulian sosial, serta promosi destinasi, Mandalika Last Sunday Run menegaskan bahwa event lari bukan sekadar soal kecepatan, tetapi juga tentang pengalaman dan nilai kebersamaan.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!