ID EN

Kemenparekraf Bawa Dunia Menyusuri Keajaiban Indonesia Lewat Mega Famtrip 2025

Sabtu, 25 Oktober 2025 | 10:21

Penulis: Respaty Gilang

Famtrip 2025
Familirization Trip yang digelar Kementerian Pariwisata.
Sumber: Antaranews

Indonesia kembali memamerkan pesonanya ke dunia. Melalui program Mega Familiarization Trip (Mega Famtrip) 2025, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak para pelaku industri perjalanan dunia menjelajahi langsung lima destinasi unggulan, Lombok, Bandung, Labuan Bajo, Yogyakarta, serta Jawa Timur (Surabaya–Malang).

Bukan sekadar tur promosi, kegiatan ini dirancang sebagai pengalaman imersif yang memberi kesempatan bagi para pelaku industri pariwisata global untuk merasakan langsung keunikan dan keragaman produk wisata Indonesia, dari kuliner, budaya, hingga petualangan alam yang autentik.

Strategi Promosi dengan Sentuhan Pengalaman

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan pentingnya strategi promosi berbasis pengalaman untuk menjaga posisi Indonesia di peta wisata dunia.

“Pada penyelenggaraan Mega Famtrip ini, kami mengusung kampanye #GoBeyondOrdinary untuk memperkenalkan pengalaman wisata Indonesia melalui berbagai produk unggulan yang baru dan segar, dengan menonjolkan keunikan budaya, keindahan alam, serta pengalaman wisata yang bersifat menghadirkan pengalaman,” ujar Made dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 25 Oktober 2025.

Ia menambahkan, agar Indonesia tetap menjadi top of mind destination di kawasan Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika, perlu pendekatan yang lebih personal—memberi ruang bagi calon mitra internasional seperti travel agent (TA) dan tour operator (TO) untuk benar-benar memahami potensi setiap destinasi.

Lima Destinasi, Lima Karakter Pengalaman

Program Mega Famtrip kali ini berlangsung 9–17 Oktober 2025, dan menghadirkan 35 operator perjalanan terkemuka dari berbagai negara. Para peserta dibagi menjadi lima grup, masing-masing menjelajahi destinasi dengan karakter berbeda:

Lombok, fokus pada wisata bahari dan keseimbangan spiritual, menonjolkan keindahan pantai Mandalika serta desa adat Sade.

Bandung, menawarkan pesona urban-culture dan kuliner kreatif, memadukan heritage kolonial dengan gaya hidup modern.

Labuan Bajo, memperlihatkan keajaiban Taman Nasional Komodo, diving spot kelas dunia, dan konsep eco-luxury resort yang kini jadi magnet wisatawan global.

Yogyakarta, pusat warisan budaya dan spiritual Jawa, sekaligus salah satu episentrum creative tourism di Indonesia.

Surabaya–Malang, menampilkan kombinasi antara urban tourism dan petualangan alam di kawasan Bromo–Tengger–Semeru.

Menurut UNWTO (2025), tren wisata global saat ini bergerak menuju “experience-based travel”, di mana wisatawan mencari pengalaman otentik dan personal, bukan sekadar destinasi populer. Langkah Kemenparekraf melalui kampanye #GoBeyondOrdinary ini sejalan dengan arah tren tersebut.

Mendorong Kolaborasi dan Ekosistem Pariwisata

Kegiatan Mega Famtrip 2025 juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Program ini melibatkan sinergi antara Kemenparekraf, Kementerian Luar Negeri (melalui KBRI dan KJRI), pelaku industri perhotelan, maskapai penerbangan, restoran, serta penyelenggara event.

Kemenparekraf mencatat, sepanjang tahun 2024–2025, wisatawan mancanegara (wisman) dari pasar Eropa, Timur Tengah, dan Amerika menunjukkan pertumbuhan rata-rata 10–15% per tahun. Dengan promosi berbasis pengalaman seperti ini, Indonesia menargetkan peningkatan kunjungan hingga 11 juta wisman pada 2026.

Selain memperkuat jejaring bisnis, program ini juga diharapkan mampu mendorong investasi pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism investment), terutama di sektor wellness tourism, marine tourism, dan gastronomi, tiga kategori yang kini sedang naik daun di pasar global.

Menurut Statista Travel Outlook 2025, wisata kebugaran (wellness tourism) diproyeksikan tumbuh hingga 15% secara global, sementara wisata kuliner (culinary tourism) menjadi salah satu alasan utama perjalanan internasional bagi 1 dari 3 traveler muda.

Wisata yang Menghadirkan Pengalaman, Bukan Sekadar Kunjungan

Mega Famtrip 2025 menunjukkan arah baru pariwisata Indonesia: bukan sekadar menjual destinasi, tapi menawarkan perjalanan yang penuh cerita, rasa, dan makna.

Melalui konsep “beyond ordinary”, Indonesia tak lagi hanya bicara soal pantai, gunung, atau budaya—tapi tentang bagaimana setiap perjalanan mampu menyentuh sisi emosional dan spiritual para wisatawan.

Dari selancar di pantai Lombok, menyusuri gua purba di Gunungkidul, hingga menikmati senja di Labuan Bajo, Indonesia menawarkan lebih dari sekadar panorama; ia menawarkan pengalaman hidup.