ID EN

Indonesia Genjot Wisata Premium di Seoul: Dari Golf, Spa, Hingga Wellness Tourism

Rabu, 1 Oktober 2025 | 11:49

Penulis: Respaty Gilang

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Sumber: Kemenpar

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus memperluas penetrasi pasar internasional dengan meluncurkan promosi wisata premium dalam ajang Wonderful Indonesia Business Matching di Seoul, Korea Selatan, Senin, 8 September 2025.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana hadir langsung untuk memaparkan potensi wisata unggulan Indonesia di hadapan para pelaku usaha pariwisata Korea Selatan. Kehadiran Indonesia di ajang ini menjadi momentum penting untuk menegaskan citra negeri kepulauan sebagai destinasi berkelas dunia yang menawarkan pengalaman berwisata berbeda dari negara lain di kawasan Asia.

"Indonesia adalah negara kepulauan dengan 17 ribu pulau yang dilengkapi dengan tradisi yang kaya dan pemandangan yang indah. Tentunya ini menawarkan pengalaman berwisata yang berbeda-beda di setiap destinasi," katanya sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian.

Fokus ke Wisata Premium 

Dalam presentasinya, Menteri Pariwisata menyoroti berbagai destinasi yang tengah naik daun di kalangan wisatawan Korea Selatan. Untuk segmen pasangan muda, Indonesia menawarkan Bali, Sumba, dan Labuan Bajo sebagai surga bulan madu yang romantis. Sementara untuk wisata petualangan, destinasi seperti Raja Ampat, Wakatobi, Morotai, dan Manado-Likupang dipromosikan sebagai surga bagi penyelam dan pencinta keindahan bawah laut.

Tidak hanya itu, Indonesia juga melihat peluang besar dari wisata golf, yang kini semakin populer di kalangan wisatawan mancanegara, termasuk dari Korea Selatan. Menurut Menteri Widiyanti, kawasan Batam, Bintan, Bali, dan Jakarta menjadi magnet baru dengan lapangan golf berstandar internasional. 

"Wisata marine dan golf mengundang para wisatawan berkualitas. Bersama, kita dapat membuat program-program yang tepat sasaran untuk menghadirkan pengalaman premium ini secara langsung kepada pelanggan,” katanya.

Golf sendiri bukan sekadar olahraga, melainkan bagian dari gaya hidup premium. Banyak wisatawan Korea yang mengombinasikan perjalanan bisnis dengan bermain golf di luar negeri. Dengan fasilitas lengkap dan panorama tropis yang sulit ditemui di negara asal, Indonesia punya keunggulan kompetitif untuk menggaet pasar ini.

Wellness Tourism dan Budaya

Selain petualangan dan golf, Kemenparekraf juga mengusung wellness tourism sebagai tren pariwisata masa depan. Ubud di Bali dan Yogyakarta diposisikan sebagai pusat wisata kebugaran, dengan layanan spa, pijat tradisional, hingga praktik penyembuhan holistik yang kini digandrungi wisatawan global.

Di sisi lain, kekayaan budaya juga tidak luput dari sorotan. Situs warisan dunia UNESCO seperti Candi Borobudur dipromosikan sebagai pilihan wisata edukatif dan spiritual. Kombinasi antara wisata alam, budaya, hingga wellness menjadikan Indonesia sebagai destinasi lengkap bagi pasar internasional.

"Indonesia tetap terbuka, ramah, dan semua destinasi wisata utama di seluruh negeri dapat diakses. Kami sepenuhnya berdedikasi untuk memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan berkesan," katanya.

Kampanye “Go Beyond Ordinary” dan Potensi Ekonomi

Dalam ajang ini, Kemenparekraf mengusung kampanye “Go Beyond Ordinary”, yang menegaskan bahwa pariwisata Indonesia bukan hanya sekadar perjalanan, melainkan pengalaman tak terlupakan.

Sebanyak 14 pemangku kepentingan sektor pariwisata turut serta dalam rombongan, mulai dari operator perjalanan, maskapai, pengelola objek wisata, hingga hotel. Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan paket wisata yang menarik dan relevan bagi wisatawan Korea Selatan, yang terkenal dengan preferensi pada destinasi unik, layanan premium, serta pengalaman autentik.

Ajang Wonderful Indonesia Business Matching di Seoul diproyeksikan mendatangkan hingga 5.250 wisatawan mancanegara dan menciptakan peluang devisa sebesar 7,26 juta dolar AS. Angka ini menjadi bukti bahwa promosi yang tepat sasaran bisa langsung berdampak pada pertumbuhan industri pariwisata nasional.

Strategi Menembus Pasar Korea Selatan

Menggandeng Korea Selatan sebagai target promosi bukan tanpa alasan. Negeri Ginseng dikenal memiliki jumlah outbound traveler yang tinggi, terutama ke negara-negara Asia Tenggara. Bali sendiri sudah lama menjadi favorit wisatawan Korea, dan kini pemerintah ingin memperluas jangkauan ke destinasi lain di luar Bali.

Kecenderungan wisatawan Korea yang mencari pengalaman eksklusif, dari honeymoon hingga wellness, sejalan dengan arah pengembangan pariwisata premium Indonesia. Dengan dukungan promosi agresif, layanan berkelas, serta jaminan keamanan, Indonesia berpeluang besar merebut lebih banyak pasar dari negara pesaing seperti Thailand dan Vietnam. (Antara)