Harry Kane Ungkap Penyebab Kekalahan Inggris dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Kamis, 16 Juli 2026 | 08:37
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/X/FifaWorldCup
Harapan Timnas Inggris untuk mengakhiri penantian panjang menuju final Piala Dunia kembali pupus. The Three Lions harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor akhir 1-2 pada laga semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Kamis dini hari WIB.
Inggris sebenarnya berada di jalur yang tepat setelah Anthony Gordon membawa tim asuhan Thomas Tuchel unggul lebih dahulu. Namun, keunggulan itu gagal dipertahankan setelah Argentina bangkit melalui gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.
Kapten Inggris Harry Kane menilai perubahan cara bermain setelah unggul menjadi salah satu faktor utama penyebab timnya kehilangan kendali pertandingan.
BACA JUGA
Harry Kane Jadi Pahlawan, Inggris Comeback Kalahkan RD Kongo
Inggris vs RD Kongo Prediksi Opta: Peluang Menang The Three Lions 73,9 Persen
Inggris Sedikit Diunggulkan, Tapi Argentina Punya Rekor Semifinal Sempurna di Piala Dunia
Menurut penyerang Bayern Muenchen itu, Inggris terlalu fokus menjaga keunggulan sehingga memberi ruang kepada Argentina untuk terus meningkatkan tekanan.
"Hasil ini tentu sangat mengecewakan bagi seluruh pemain, staf pelatih, dan para suporter. Kami sebenarnya bermain cukup baik hampir sepanjang pertandingan. Namun setelah unggul 1-0, kami justru terlalu fokus mempertahankan keunggulan. Di semifinal Piala Dunia, cara bermain seperti itu tidak cukup untuk meraih kemenangan," kata Kane dilansir FIFA.
Kane menilai Inggris sebenarnya bermain sesuai rencana pada babak pertama hingga awal babak kedua. Tekanan tinggi yang diterapkan mampu mengganggu alur permainan Argentina sehingga lawan kesulitan membangun serangan.
Dengan permainan agresif, Inggris lebih banyak menguasai bola dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya sebelum akhirnya membuka keunggulan.
"Di awal pertandingan kami mampu menekan lawan dengan baik. Tekanan tinggi yang kami lakukan membuat kami bisa merebut bola lebih cepat dan mengendalikan jalannya pertandingan," ucap Kane.
Situasi berubah setelah gol pembuka tercipta. Argentina mulai berani mengambil risiko dengan menambah intensitas serangan, sedangkan Inggris perlahan memilih bertahan lebih dalam untuk mempertahankan keunggulan.
Perubahan momentum itu menempatkan lini belakang Inggris berada di bawah tekanan. Serangan demi serangan Argentina akhirnya menghasilkan gol penyeimbang Enzo Fernandez sebelum Lautaro Martinez memastikan kemenangan Albiceleste di masa injury time.
"Namun setelah kami mencetak gol, situasinya berubah. Mungkin karena mereka menambah pemain untuk menyerang, atau kami sudah tidak mampu lagi mengimbangi duel satu lawan satu. Mereka terus menekan tanpa henti. Kami memang berusaha bertahan dan memblok setiap serangan, tetapi pada akhirnya itu tetap tidak cukup," katanya.
Kekalahan tersebut terasa sangat menyakitkan bagi Kane. Ia menegaskan seluruh pemain telah memberikan kemampuan terbaik sepanjang turnamen demi membawa Inggris kembali ke final Piala Dunia.
"Kami sudah bekerja sangat keras untuk bisa mencapai semifinal. Semua pemain telah mengorbankan tenaga, kerja keras, dan emosi demi tim. Karena itu, kalah dengan cara seperti ini benar-benar terasa sangat menyakitkan," ujarnya.
Meski gagal melangkah ke partai puncak, Kane tetap melihat perkembangan positif dari skuad Inggris sepanjang Piala Dunia 2026.
Inggris kembali harus menunda ambisi mengakhiri puasa gelar Piala Dunia yang sudah berlangsung sejak 1966. Sementara itu, Argentina akan berjumpa Spanyol di final untuk mempertahankan trofi yang mereka raih pada edisi 2022.***










![Arsip foto - Konser realitas virtual grup K-pop BTS]](https://cdn.itsme.co.id/library/2/7/0/2/arsip-foto-konser-realitas-virtual-grup-k-pop-bts_840x576.webp)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!