Dari Kota Tua hingga Lawang Sewu, 5 Tempat Bersejarah di Jawa yang Kini Jadi Wisata Favorit
Jumat, 10 Juli 2026 | 14:00
Penulis: Arif S

Sumber: Kemenpar
Berwisata kini tidak hanya soal menikmati panorama alam atau berburu kuliner. Semakin banyak wisatawan tertarik mengunjungi destinasi bersejarah untuk mengenal perjalanan bangsa sekaligus menikmati pengalaman liburan lebih bermakna. Di Pulau Jawa, sejumlah bangunan bersejarah telah bertransformasi menjadi objek wisata edukatif.
Indonesia memiliki warisan sejarah sangat panjang, mulai dari masa kerajaan, kolonialisme, hingga perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Sejumlah bangunan peninggalan masa lalu tetap berdiri kokoh dan terus dirawat agar dapat dinikmati generasi masa kini.
Alih fungsi tersebut bukan hanya memperpanjang usia warisan budaya, tetapi juga menghadirkan ruang belajar lebih menarik. Pengunjung dapat menyaksikan langsung jejak sejarah melalui koleksi museum, arsitektur asli, hingga kisah-kisah penting yang pernah terjadi di lokasi tersebut.
BACA JUGA
Satu-satunya dari Indonesia, House of Tugu Jakarta Tembus World’s Greatest Places 2026
Rumah Pengasingan Bung Karno Diusulkan Punya Kedai Kopi, Strategi Tarik Generasi Muda
Menelusuri Wotawati, Desa Klasik di Gunung Kidul yang Bikin Serasa Kembali ke Zaman Kerajaan
Berikut lima tempat bersejarah di Pulau Jawa yang kini menjadi destinasi wisata edukatif:
1. Kota Tua Jakarta
Kawasan Kota Tua Jakarta menjadi salah satu ikon wisata sejarah paling terkenal di Indonesia. Dahulu, kawasan ini merupakan pusat pemerintahan dan perdagangan Batavia pada masa kolonial Belanda.
Kini, bangunan bergaya Eropa yang telah direvitalisasi menghadirkan suasana klasik. Wisatawan dapat mengunjungi Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, hingga berkeliling kawasan menggunakan sepeda ontel.
Selain menawarkan pengalaman bernostalgia, Kota Tua juga menjadi tempat untuk mempelajari perkembangan Jakarta sejak masa kolonial hingga menjadi ibu kota Indonesia.
2. Hotel Majapahit, Surabaya
Di Surabaya, Hotel Majapahit menjadi salah satu bangunan bersejarah yang menyimpan kisah penting perjuangan bangsa. Hotel ini pertama kali berdiri pada 1910 dengan nama L.M.S Hotel ini pernah berganti nama menjadi Hotel Oranje, Hotel Yamato, dan Hotel Hoteru sebelum akhirnya dikenal sebagai Hotel Majapahit.
Bangunan ini dikenang sebagai lokasi perobekan warna biru pada bendera Belanda menjadi Merah Putih pada 19 September 1945, sebuah peristiwa yang menjadi simbol perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Saat ini, Hotel Majapahit telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya Nasional. Wisatawan dapat mengikuti tur berdurasi sekitar 30 - 40 menit untuk mengenal sejarah hotel, menikmati keindahan arsitekturnya, hingga mendengarkan kisah para tokoh penting yang pernah menginap di sana.
3. Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta
Benteng Vredeburg awalnya dibangun pemerintah kolonial Belanda sebagai benteng pertahanan sekaligus untuk mengawasi aktivitas Kesultanan Yogyakarta.
Setelah Indonesia merdeka, benteng ini bertransformasi menjadi museum yang menyajikan perjalanan sejarah perjuangan bangsa. Berbagai diorama, koleksi dokumentasi, hingga benda-benda bersejarah membuat pengunjung dapat memahami proses panjang menuju kemerdekaan Indonesia.
Tak heran jika Museum Benteng Vredeburg menjadi salah satu destinasi edukasi favorit bagi pelajar maupun wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.
4. Lawang Sewu, Semarang
Nama Lawang Sewu sudah sangat populer sebagai salah satu ikon wisata sejarah di Jawa Tengah. Gedung yang dahulu menjadi kantor pusat perusahaan kereta api Hindia Belanda ini memiliki arsitektur megah bergaya Eropa. Bangunan itu menjadi saksi Pertempuran Lima Hari di Semarang.
Setelah dipugar, Lawang Sewu kini dibuka untuk umum sebagai objek wisata sejarah sekaligus museum perkembangan dunia perkeretaapian Indonesia.
Julukan Lawang Sewu berarti seribu pintu memang melekat karena banyaknya pintu dan jendela di bangunan ini. Meski demikian, jumlah pintunya sebenarnya bukan seribu, melainkan 928 buah.
5. Museum Gula Gondang Winangoen, Klaten
Klaten memiliki satu-satunya museum gula di Asia Tenggara. Kompleks Pabrik Gula Gondang Winangoen didirikan pada 1860. Awalnya museum ini merupakan pabrik pengolahan gula milik perusahaan Belanda, NV Klatensche Cultuur Maatschappij.
Setelah Indonesia merdeka, pengelolaannya beralih ke pemerintah melalui BUMN perkebunan. Bangunan, mesin tua, hingga berbagai peralatan produksi masih dipertahankan sebagai bagian dari museum.
Kini, kawasan tersebut menjadi destinasi wisata edukasi yang memperkenalkan sejarah industri gula Indonesia sekaligus memperlihatkan bagaimana teknologi pengolahan gula berkembang dari masa ke masa.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!