Satu-satunya dari Indonesia, House of Tugu Jakarta Tembus World’s Greatest Places 2026
Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:00
Penulis: Arif S

Sumber: Dok. Tugu Hotels & Restaurants Group
House of Tugu Jakarta menjelma lebih dari sekadar tempat menginap tetapi ruang di mana cerita lama tentang Nusantara kembali bernapas. Tahun ini, House of Tugu Jakarta mendapat pengakuan global setelah masuk dalam daftar World’s Greatest Places 2026 yang dirilis Time Magazine.
Menjadi satu-satunya properti dari Indonesia dalam daftar prestisius itu, House of Tugu Jakarta berdiri sejajar dengan berbagai Destinasi Dunia yang dinilai menghadirkan pengalaman luar biasa sekaligus memiliki nilai budaya kuat.
Namun, bagi keluarga Tugu, pencapaian ini bukan sekadar pengakuan industri perhotelan, melainkan penegasan atas perjalanan panjang merawat warisan yang nyaris terlupakan.
BACA JUGA
Borobudur Moon, Merayakan Cahaya Budaya di Bawah Purnama
5 Pulau Tersembunyi di Eropa yang Cocok untuk Traveler Pencari Kesunyian
7 Tempat Wisata Jakarta yang Tetap Buka Saat Lebaran 2026
“Kami tidak pernah memulai dengan tujuan membangun jaringan hotel dan restoran. Yang ingin kami lakukan adalah menjaga kisah tentang masyarakat Indonesia agar tetap dikenang melalui ruang, artefak, dan pengalaman yang dapat dirasakan oleh para pengunjung,” ungkap Lucienne Anhar, co-owner Tugu Hotels & Restaurants Group.
Dalam ulasannya, Time Magazine menyoroti bagaimana House of Tugu Jakarta menghadirkan kembali Warisan Budaya Peranakan kepada publik luas.
Setiap sudutnya dipenuhi koleksi seni, detail arsitektur, serta kisah sejarah, menghubungkan pengunjung dengan lapisan masa lalu Jakarta dan jejak panjang Nusantara.
Lebih dari sekadar estetika, pengalaman di sini adalah perjalanan lintas waktu. Dari artefak sarat makna hingga atmosfer ruang intim, House of Tugu Jakarta memperlihatkan bagaimana sejarah dapat dihidupkan kembali, bukan hanya dipajang.
Pengakuan dari Time Magazine juga mencerminkan perubahan arah dalam dunia Pariwisata global.
Wisatawan kini semakin mencari destinasi yang menawarkan makna, sejarah, dan keaslian pengalaman, bukan sekadar kemewahan visual.
Dalam lanskap ini, House of Tugu Jakarta menjadi contoh bagaimana Warisan Budaya Indonesia dapat terus hidup, beradaptasi, dan tetap relevan.
Bagi tempat yang lahir dari keyakinan untuk menjaga sejarah, pengakuan ini bukanlah garis akhir.
Ini justru menjadi pengingat, cerita lama masih memiliki tempat di dunia modern dan ruang seperti ini akan terus menjadi jembatan masa lalu dan masa kini.










