Belgia Menanjak, Spanyol Masih Favorit Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026
Jumat, 10 Juli 2026 | 12:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/UEFA
Belgia menatap laga perempat final Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi setelah menunjukkan peningkatan performa dalam dua pertandingan terakhir. Namun, tantangan sesungguhnya menanti saat mereka menghadapi Spanyol di Stadion Los Angeles, Sabtu WIB.
Pertemuan kedua tim diprediksi menjadi salah satu laga terbesar di perempat final.
Tim asuhan Rudi Garcia memang belum meyakinkan ketika menjuarai Grup G. Meski begitu, performa Belgia terus meningkat setelah bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Senegal 3-2 melalui perpanjangan waktu di babak 32 besar.
BACA JUGA
Belgia Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026 Usai Libas Amerika Serikat 4-1
Spanyol Singkirkan Portugal, Gol Pemain Pengganti Akhiri Mimpi Cristiano Ronaldo
Spanyol Gilas Austria 3-0, Brace Oyarzabal Bawa La Furia Roja ke 16 Besar
Momentum positif itu berlanjut ketika Belgia menghancurkan tuan rumah Amerika Serikat dengan skor 4-1 di babak 16 besar.
Charles De Ketelaere mencetak dua gol, sementara Hans Vanaken dan Romelu Lukaku yang masuk dari bangku cadangan menyumbang masing-masing satu gol untuk memastikan kemenangan telak Setan Merah.
Meski sudah kembali mencetak gol, Romelu Lukaku diperkirakan belum akan mengawali pertandingan sebagai starter.
Lukaku menjadi pemain Belgia kedua setelah Marc Wilmots pada 2002 yang mencetak gol dalam tiga laga Piala Dunia secara beruntun.
Ketajaman Lukaku sejalan dengan efektivitas lini serang Belgia. Mereka mencatat rasio konversi tembakan 12,1 persen sepanjang turnamen, terbaik kedua dalam sejarah Belgia di Piala Dunia sejak 1966. Angka itu hanya kalah dari edisi Rusia 2018, 15,2 persen.
Selain lebih tajam, Belgia semakin agresif dalam membangun serangan. Sepanjang lima pertandingan di Piala Dunia 2026, Kevin De Bruyne dan kolega rata-rata melepaskan 21,4 tembakan per laga atau total 107 percobaan.
Catatan itu menjadi yang terbaik kedua sepanjang sejarah penampilan Belgia di Piala Dunia setelah edisi 1970 dengan rata-rata 24 tembakan per pertandingan.
Meski demikian, membobol pertahanan Spanyol bukan perkara mudah. Tim besutan Luis de la Fuente baru saja mencatat clean sheet keenam beruntun usai mengalahkan Portugal 1-0 pada babak 16 besar. Rekor itu menjadi yang terbaik dalam sejarah Spanyol di Piala Dunia.
La Roja bahkan belum kebobolan selama 10 jam 9 menit di ajang Piala Dunia. Dari sisi statistik, Spanyol hanya mencatat expected goals against (xGA) sebesar 0,30 per pertandingan, angka terendah yang pernah dibukukan sebuah tim dalam satu edisi putaran final Piala Dunia.
Gol kemenangan dramatis Mikel Merino di menit ke-91 ke gawang Portugal mengantarkan Spanyol lolos ke perempat final Piala Dunia untuk keenam kalinya.
Setelah empat kali gagal melewati fase ini pada 1934 - 2002, La Roja akhirnya sukses menembus semifinal pada 2010 dan kemudian keluar sebagai juara dunia.
Kini, harapan besar kembali disematkan kepada Lamine Yamal. Winger Barcelona itu baru berusia tiga tahun ketika Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia 2010.
Di Piala Dunia 2026, Yamal sudah sukses mencatatkan 17 dribel sukses. Hanya Jamal Musiala (19 dribel pada 2022) dan Kylian Mbappe (22 dribel pada 2018) yang memiliki catatan lebih baik sebagai pemain remaja sejak data mulai dihimpun pada 1966.
Di lini tengah, Rodri juga menjadi motor permainan Spanyol. Ia telah mengirimkan 80 umpan melalui garis pertahanan lawan sepanjang turnamen. Jumlah itu menjadi yang terbanyak bagi pemain Spanyol di Piala Dunia sejak 2010, hanya kalah dari Gerard Pique (86), Xavi Hernandez (89), dan Xabi Alonso (126) pada edisi saat Spanyol menjadi juara.
Keberhasilan Spanyol tak lepas dari tangan dingin Luis de la Fuente. Sejak menangani La Roja, ia selalu membawa timnya lolos dari enam pertandingan fase gugur turnamen besar. Jika kembali menang atas Belgia, De la Fuente akan menyamai rekor langka Vittorio Pozzo bersama Italia dan Vicente del Bosque bersama Spanyol.
Meski demikian, Belgia memiliki kenangan manis saat bertemu Spanyol di Piala Dunia. Pada perempat final edisi 1986, Belgia menyingkirkan La Roja melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1.
Namun, secara keseluruhan Spanyol lebih dominan karena tidak terkalahkan dalam 11 pertemuan terakhir melawan Belgia di semua kompetisi, sembilan kemenangan dan dua hasil imbang. Bahkan, lima pertemuan terakhir selalu dimenangkan Spanyol dengan agregat skor telak 13-1.
Berdasarkan simulasi terbaru superkomputer Opta sebanyak 25.000 kali, Spanyol masih menjadi favorit untuk lolos ke semifinal.
La Roja memiliki peluang menang dalam 90 menit sebesar 59,3 persen, sedangkan Belgia hanya 18,3 persen.
Kemungkinan pertandingan berakhir imbang dalam waktu normal mencapai 22,4 persen.
Jika memperhitungkan babak tambahan dan adu penalti, peluang Spanyol menembus semifinal meningkat menjadi 69,5 persen.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!