Delapan Atlet Padel Indonesia Jalani TC di Spanyol Jelang Asian Games 2026
Kamis, 9 Juli 2026 | 17:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Zaro Ezza Syachniar
Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) mematangkan persiapan menghadapi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Salah satunya dengan mengirim delapan atlet terbaik ke Spanyol untuk menjalani pemusatan latihan intensif sebagai bagian dari persiapan menuju debut cabang olahraga padel di ajang multievent terbesar Asia.
Program training camp (TC) ini menjadi kesempatan berharga bagi para atlet Indonesia untuk merasakan atmosfer latihan di salah satu negara dengan tradisi padel terkuat di dunia. Selama berada di Spanyol, mereka dijadwalkan berlatih sekaligus menjalani sejumlah pertandingan uji coba melawan pemain-pemain Eropa.
Ketua Umum PBPI Galih Dimuntur Kartasasmita mengatakan delapan atlet yang diberangkatkan terdiri atas dua pasangan utama dan dua pasangan cadangan dari sektor putra maupun putri.
BACA JUGA
Padel Resmi Masuk Asian Games 2026: Babak Baru Menuju Pengakuan Global
Padel Makin Populer, Tities Sapoetra hingga Valerie Tifanka Suka Jelajahi Tempat Baru
Regulasi Baru AFC-OCA Tutup Pintu Indonesia U-23 di Cabor Sepak Bola Asian Games 2026
Pasangan inti ganda putri dipercayakan kepada Novela Putria dan Beatrice Gumulya, sedangkan Armando Soemarno bersama Valentinus Dyas menjadi andalan di sektor ganda putra. Sementara itu, Fitriani Sabatini/Fadona Kusuma serta Alvin Edison/Giorgio Soemarno dipersiapkan sebagai pasangan cadangan.
"Sekitar tanggal 25 Juli nanti, akan berangkat ke Spanyol untuk menjalani training camp (TC), tergantung pada visa, tetapi kalau dapat maksimum kita maksimumkan sampai September tanggal 15. Jadi mepet sekali dengan nanti, Nagoya-nya (Asian Games 2026)," ujar Galih saat ditemui awak media ketika menghadiri pembukaan resmi turnamen padel internasional FIP Bronze & FIP Promises 2026 di RANA Grounds, Jakarta Selatan, Kamis.
Selama berada di Spanyol, para atlet tidak hanya menjalani latihan rutin, tetapi juga akan mendapat kesempatan bertanding melawan atlet nasional dari berbagai negara Eropa.
Menurut Galih, pengalaman tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan sekaligus mental bertanding para atlet Indonesia.
"Antara pemain-pemain tim nasional di Eropa dengan delapan anak ini. Jadi saya sangat berharap sekali pulang-pulang mereka sedikit berbedalah," katanya.
Sebelum bertolak ke Eropa, PBPI telah menyiapkan agenda uji coba internasional menghadapi Kazakhstan. Tim Kazakhstan yang datang ke Indonesia untuk mengikuti turnamen FIP Bronze di Banten akan dimanfaatkan sebagai lawan sparring bagi skuad Merah Putih.
"Karena kebetulan Kazakhstan, pemain-pemainnya dikirim oleh Kazakhstan untuk ikut FIP Bronze di Banten. Jadi mereka ngirim full 10 pemain laki-lakinya ke sini. Saya bilang, ya kalau memang sudah ada 10-10 nya ya kita tandingin aja, kita sparring-in. Dan mereka mau," tambahnya.
Persiapan matang dilakukan karena padatnya kalender kompetisi internasional yang akan dihadapi timnas padel Indonesia. Setelah Asian Games 2026 berakhir, para atlet masih akan menjalani Kualifikasi Piala Dunia Padel.
Galih menegaskan PBPI sudah menyusun program jangka panjang agar para atlet mampu menghadapi dua turnamen besar secara beruntun tanpa kehilangan performa.
"Kami sudah memikirkan sejauh itu dikarenakan Asian Games itu sebentar lagi, dan setelah Asian Games itu ada World Cup Qualifier (Kualifikasi Piala Dunia). World Cup-nya sudah ditentukan semalam itu akan ada di November. Tapi kualifikasinya belum dikasih tahu, sebentar lagi akan dikasih tahu. Jadi ini back-to-back-nya sangat singkat sekali. Jadi kami sudah melaksanakan seleknas dan Insya Allah ini tim terbaik kami," ungkapnya.
Meski mempersiapkan tim secara serius, PBPI memilih tidak membebani para atlet dengan target tinggi di Asian Games. Alasannya, padel baru pertama kali dipertandingkan sehingga seluruh negara peserta sama-sama memasuki wilayah baru.
PBPI berharap tim Indonesia mampu melanjutkan tren positif, terutama sektor putri yang sebelumnya sukses meraih medali perunggu pada FIP Asia Cup 2025 dan berpeluang lolos ke putaran final Piala Dunia Padel.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!