ID EN

Dampak Piala Dunia 2026 Bagi Restoran Amerika, Budaya Tip Jadi Sorotan

Rabu, 1 Juli 2026 | 08:00

Penulis: Arif S

Budaya memberi tip saat makan di restoran
Ilustrasi - Budaya memberi tip saat makan di restoran.
Sumber: Envato

Piala Dunia 2026 bukan hanya mengubah suasana stadion di Amerika Serikat, tetapi juga memengaruhi kebiasaan di restoran. Lonjakan wisatawan mancanegara yang datang untuk menyaksikan turnamen memunculkan perbedaan budaya, termasuk soal pemberian tip kepada pelayan.

Amerika Serikat dikenal memiliki budaya memberi tip yang sudah mengakar. Bagi sebagian besar pelanggan lokal, meninggalkan tip setelah makan di restoran merupakan hal lumrah. Namun, kebiasaan itu ternyata tidak selalu dipahami wisatawan dari berbagai negara.

Akibatnya, banyak restoran mulai merasakan perubahan. Sejumlah turis asing disebut meninggalkan restoran tanpa memberikan tip.

Sejumlah pemilik restoran, kafe, hingga bar menyiasatinya dengan menambahkan biaya layanan atau service charge secara otomatis ke dalam tagihan pelanggan sebagai pengganti sistem tip sukarela.

Laporan Dexerto menyebutkan, beberapa restoran di Amerika bahkan mulai menerapkan biaya layanan sekitar 20 persen dari total tagihan makanan. Kebijakan ini untuk menjaga pendapatan para pekerja layanan yang selama ini bergantung pada tip dari pelanggan.

Di sejumlah kawasan Eropa maupun negara lainnya, memberikan tip bukan kewajiban sehingga banyak wisatawan tidak menyadari praktik tersebut menjadi bagian penting dari budaya makan di Amerika Serikat.

Dampaknya mulai dirasakan langsung para pekerja restoran, terutama di kota penyelenggara Piala Dunia seperti New York.

"Banyak yang datang untuk makan, tetapi berbeda dari biasanya karena hampir tidak ada yang meninggalkan tip," ujar salah satu pelayan restoran di New York.

Keluhan serupa juga disampaikan pekerja restoran lainnya yang melihat adanya perbedaan perilaku pelanggan selama turnamen berlangsung.

"Mereka memang tidak memberi tip sebagaimana pelanggan pada umumnya," kata pelayan lainnya.

Meski demikian, sebagian pekerja restoran memilih menyikapi kondisi tersebut dengan memberikan penjelasan kepada wisatawan asing mengenai budaya memberi tip di Amerika Serikat. Edukasi itu dilakukan agar para tamu memahami kebiasaan lokal selama menikmati kuliner di negeri tersebut.

Di sisi lain, tidak semua pekerja restoran menganggap persoalan ini sebagai masalah besar. Mereka menilai kehadiran wisatawan tetap memberikan dampak positif karena nilai transaksi yang dibelanjakan selama Piala Dunia cukup tinggi dan ikut menggerakkan sektor kuliner.

Selama Piala Dunia 2026 berlangsung, biaya perjalanan menjadi perhatian banyak wisatawan. Selain tiket pertandingan, pengeluaran untuk akomodasi, transportasi, hingga makan di restoran ikut meningkat.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!