ID EN

Usia Hanyalah Angka, Novak Djokovic Samai Rekor Federer di ATP Finals

Minggu, 19 Oktober 2025 | 15:04

Penulis: Respaty Gilang

Novak Djokovic.
Novak Djokovic.
Sumber: Antaranews

Novak Djokovic sekali lagi menulis ulang sejarah tenis dunia. Di usia 38 tahun, petenis Serbia itu resmi memastikan tempat di ATP Finals 2025, menyamai rekor Roger Federer dengan total 18 kali lolos ke turnamen penutup musim paling bergengsi di dunia tenis.

Kabar itu dikonfirmasi oleh ATP ketika undian turnamen ATP 500 di Basel dan Wina dirilis pada Minggu, 19 Oktober 2025. Dengan pencapaian ini, Djokovic menyusul dua bintang muda yang lebih dulu mengamankan tiket ke Turin, yaitu Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner.

“Djokovic dipastikan lolos ke turnamen final musim 2025 ketika undian untuk turnamen ATP 500 di Basel dan Wina dirilis,” tulis ATP.

Kalimat yang mungkin terdengar formal, tapi di baliknya tersimpan makna besar yang menegaskan bahwa Djokovic belum habis.

Masih Lapar di Usia 38 Tahun

Musim 2025 menjadi bukti bahwa Djokovic tak sekadar mengejar rekor,ia masih bermain dengan rasa lapar yang sama seperti dua dekade lalu.

Pencapaian paling monumental datang saat gelar ke-100-nya di level tur ia raih di Jenewa. Ia kini menjadi petenis ketiga dalam era Open yang menembus tonggak sejarah itu, berdiri sejajar dengan Jimmy Connors (109) dan Roger Federer (103).

Selain gelar, konsistensi juga jadi kunci. Tahun ini, Djokovic melaju hingga semifinal di empat Grand Slam Australian Open, Roland Garros, Wimbledon, dan US Open. Itu adalah kali ketujuh dalam kariernya ia mampu mencapai setidaknya semifinal di keempat turnamen mayor dalam satu musim. Sebuah statistik yang makin mempertegas betapa langkanya daya tahan dan disiplin mental seorang Novak Djokovic.

Dominasi yang Tak Padam

Di antara pemain muda yang berlari cepat, Djokovic tetap menunjukkan bahwa pengalaman dan ketenangan bisa menaklukkan generasi baru. Ia juga mencapai final ATP Masters 1000 di Miami dan semifinal di Shanghai, memperlihatkan bahwa ritmenya belum melambat.

Petenis yang pertama kali tampil di ATP Finals pada 2007 ini kini mengoleksi delapan kualifikasi beruntun, hanya absen sekali pada 2017 akibat cedera. Dari total 50 kemenangan dan 18 kekalahan di ajang tersebut, Djokovic memegang rekor tujuh kali juara, pertama kali pada 2008 dan terakhir kali pada 2023.

Menariknya, dua dari empat trofi terakhirnya diraih di Turin, lokasi yang kini menjadi saksi kembalinya sang maestro.

Djokovic bukan hanya legenda yang hidup dari masa lalu, ia terus mencetak sejarah di masa depan. Sementara Alcaraz dan Sinner disebut-sebut sebagai wajah baru tenis modern, Djokovic tetap berdiri tegak sebagai simbol ketekunan, profesionalisme, dan seni bertahan di puncak.

Turin Menanti, Sejarah Masih Menulis Halamannya

ATP Finals 2025 akan berlangsung di Inalpi Arena, Turin, pada 9–16 November. Turnamen ini mempertemukan delapan petenis terbaik dunia berdasarkan peringkat musim berjalan.

Bagi Djokovic, event ini bukan sekadar penutup musim, melainkan panggung untuk memperpanjang warisannya.

Di saat banyak legenda lain memilih pensiun, Djokovic masih berlari, masih berteriak, dan masih menatap trofi dengan pandangan yang sama seperti dua dekade lalu. Tenis mungkin berubah, generasi berganti, tapi hasrat seorang Novak Djokovic? Masih tetap menyala.

Fakta Menarik Tentang Djokovic

Djokovic telah mencatat 1.112 kemenangan di level ATP, menempatkannya di posisi ketiga sepanjang masa. Ia memegang rekor seminggu terbanyak di peringkat 1 dunia (425 minggu), melampaui Federer dan Serena Williams.

Dengan keikutsertaannya di Turin 2025, Djokovic menegaskan statusnya sebagai satu-satunya pemain aktif yang memenangi setiap turnamen Masters 1000 minimal dua kali.