ID EN

Novak Djokovic Juara Lagi, Gelar ke-101 Bukti Ketahanan Sang Legenda

Minggu, 9 November 2025 | 09:31

Penulis: Respaty Gilang

Novak Djokovic.
Novak Djokovic.
Sumber: Antaranews

Novak Djokovic kembali menunjukkan mengapa namanya masih bertengger di puncak dunia tenis. Di usia 38 tahun, petenis asal Serbia itu mencatatkan tonggak baru dalam kariernya dengan meraih gelar ke-101 di ajang Vanda Pharmaceuticals Hellenic Championship di Athena. Dalam laga final yang berlangsung selama tiga jam penuh ketegangan, Djokovic menumbangkan petenis muda Italia, Lorenzo Musetti, lewat pertarungan sengit tiga set, 4-6, 6-3, 7-5.

“Pertarungan yang luar biasa. Tiga jam pertandingan yang melelahkan secara fisik,” kata Djokovic, dikutip dari ATP, Minggu, 9 Novemer 2025.

Kemenangan ini tidak hanya menambah koleksi trofi Djokovic di level tur menjadi 72 di lapangan keras, menyamai rekor milik Roger Federer sebagai petenis dengan gelar terbanyak di era Open, tetapi juga mempertegas konsistensinya sebagai sosok yang tak tergoyahkan di dunia tenis profesional.

Di usia yang bagi sebagian atlet sudah mendekati masa pensiun, Djokovic justru tampil seperti pemain yang masih lapar kemenangan dan haus akan tantangan.

“Ini bisa menjadi pertandingan milik siapa pun, jadi selamat kepada Lorenzo atas penampilan yang luar biasa. Saya sangat bangga pada diri sendiri karena bisa melewati pertandingan ini,” ujarnya dengan nada lega sekaligus puas.

Laga final di Athena ini benar-benar menjadi ajang adu fisik dan mental. Total ada 13 break point dan lima kali saling balas break servis di set terakhir saja menggambarkan betapa kedua pemain tak ingin menyerah satu sama lain. Djokovic, seperti biasanya, menemukan cara untuk bertahan dan beradaptasi ketika berada di bawah tekanan.

Musetti: Naik Turun Perjalanan Seorang Penantang Muda

Bagi Lorenzo Musetti, duel melawan Djokovic bukan sekadar pertandingan, tapi pelajaran berharga. Ia tampil berani dan sempat unggul lebih dulu di set pertama, namun pengalaman dan ketenangan Djokovic di momen krusial kembali menjadi pembeda.

Kekalahan ini sekaligus memperpanjang catatan pahit Musetti yang kini menelan enam kekalahan beruntun di final ATP Tour. Padahal, dua tahun lalu ia sempat menorehkan kisah manis dengan gelar di Hamburg dan Naples.

“Novak, tidak banyak kata yang bisa diungkapkan tentang Anda dan karir Anda,” kata Musetti yang kini tertinggal 1-9 dalam rekor pertemuan dengan Djokovic. 

“Anda membuktikan, di usia Anda saat ini, bahwa Anda bisa mengalahkan kami, seperti saya hari ini. Setiap kali saya berbagi lapangan dengan Anda, saya menganggapnya sebagai pelajaran, jadi terima kasih untuk itu.”

Meski kalah, Musetti tetap mendapat kabar baik. Setelah Djokovic memutuskan mundur pada Sabtu, 8 November 2025, malam, petenis Italia itu akan menggantikan sang juara di ATP Finals musim ini. Ini akan menjadi debutnya di turnamen elit penutup musim, dan kesempatan besar untuk menunjukkan bahwa dirinya bisa bersaing di level tertinggi.

Warisan Mental Baja Seorang Djokovic

Lebih dari sekadar angka dan gelar, kemenangan Djokovic di Athena menjadi simbol ketahanan mental seorang juara sejati. Di saat generasi muda terus menekan, ia tetap mampu menjaga fokus, mengatur ritme permainan, dan bertahan dalam duel panjang.

Di balik ekspresi tenangnya, ada disiplin, obsesi terhadap detail, serta rasa lapar untuk terus menulis sejarah baru kualitas yang membuatnya terus relevan bahkan di usia hampir empat dekade.

Tak banyak atlet yang bisa menjaga standar setinggi itu selama hampir dua dekade. Djokovic tidak hanya bertanding untuk menang, tapi untuk membuktikan bahwa usia bukan batas, melainkan motivasi untuk terus berkembang.

Jika Federer dikenal dengan elegansi, Nadal dengan kegigihan, maka Djokovic adalah simbol keseimbangan antara keduanya presisi, kekuatan, dan kecerdasan mental yang membuatnya tetap menjadi lawan paling berbahaya di lapangan keras mana pun di dunia.