ID EN

Janice Tjen Juara WTA Guangzhou, Simbol Kebangkitan Tenis Indonesia di Dunia

Minggu, 26 Oktober 2025 | 20:56

Penulis: Respaty Gilang

Janice Tjen
Dok. Janice Tjen Juara WTA Guangzhou.
Sumber: Antaranews

Di tengah dominasi nama-nama besar dari Eropa dan Amerika, petenis muda Indonesia Janice Tjen mencuri perhatian dunia tenis dengan performa luar biasa di WTA 250 Guangzhou 2025. Bersama partner asal Polandia, Katarzyna Piter, Janice sukses menjuarai nomor ganda setelah menaklukkan duet Taiwan-Hong Kong, Liang En-shuo/Eudice Chong lewat pertarungan sengit tiga set, 3-6, 6-3, 10-5.

Kemenangan ini bukan hanya soal trofi. Bagi Janice, ini adalah simbol konsistensi dan daya juang. Dalam setiap laga menuju final, Janice/Katarzyna selalu harus berjuang dari posisi tertinggal. Mereka memulai dengan kekalahan di set pertama, tapi justru tampil lebih solid di set berikutnya. Di babak perempat final, mereka bahkan menumbangkan pasangan unggulan teratas Elena Pridankina/Quin Gleason, sebelum mengalahkan duet tangguh Alexandra Eala/Nadiia Kichenok di semifinal. Mental juara mereka benar-benar diuji, dan terbukti tangguh.

Namun, perjalanan Janice bukan tanpa drama. Di sektor tunggal, ia harus menelan kekalahan pahit di babak pertama kualifikasi dari Tatiana Prozorova dengan skor ketat 7-6(4), 4-6, 6-7(7). Ironisnya, kekalahan itu terjadi sehari setelah Janice mencetak sejarah dengan meraih gelar tunggal WTA 125 Jinan, gelar tunggal profesional pertamanya. Dalam tenis, kemenangan dan kekalahan bisa datang hanya dalam hitungan jam — dan Janice menghadapi keduanya dengan kepala tegak.

Kini, Janice bukan lagi sekadar “pemain potensial”. Peringkat dunianya yang menembus posisi 80 besar WTA menandai era baru bagi tenis putri Indonesia, setelah beberapa tahun stagnan di level internasional.

Bersama Aldila Sutjiadi, yang sebelumnya menjadi rekan duetnya di WTA 125 Suzhou, Janice melanjutkan kiprah di WTA 250 Chennai, India, dan dijadwalkan berhadapan dengan Priska Nugroho/Sofya Lansere di babak pertama.

Fenomena Janice adalah refleksi nyata bahwa tenis Indonesia sedang menapaki babak baru. Setelah era Yayuk Basuki, Aldila Sutjiadi membuka jalan, dan kini Janice memperluas jalur itu menunjukkan bahwa petenis Tanah Air mampu bersaing di panggung WTA, bukan hanya sebagai pelengkap, tapi sebagai pemenang. Jika momentum ini dijaga, Indonesia bisa kembali punya nama besar di dunia tenis, dan Janice mungkin akan jadi wajah generasi emas berikutnya.