Jerman Buru Gelar Kelima, Berharap Tuah Benua Amerika di Piala Dunia 2026
Selasa, 9 Juni 2026 | 16:50
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/X.com/DFB_Team
Timnas Jerman kembali menatap panggung terbesar sepak bola di Piala Dunia 2026. Die Mannschaft datang ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan target mengakhiri penantian panjang sekaligus merebut gelar dunia kelima dalam sejarah mereka.
Harapan tersebut semakin menguat karena turnamen kali ini kembali digelar di Benua Amerika, wilayah yang menyimpan kenangan manis bagi Jerman.
Pada Piala Dunia 2014 di Brasil, mereka mencatat sejarah sebagai satu-satunya negara Eropa yang mampu menjuarai Piala Dunia di Benua Amerika setelah mengalahkan Argentina pada final.
BACA JUGA
Grup B Piala Dunia 2026: Swiss Favorit, Tapi Jalan Menuju Fase Gugur Tidak Mudah
Grup B Piala Dunia 2026: Siapa Lebih Tajam, Edin Dzeko Atau Jonathan David?
Visa Ditolak Amerika Serikat, Omar Artan Batal Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026
Keberhasilan itu menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Jerman. Kini, lebih dari satu dekade kemudian, mereka berharap dapat kembali membawa Die Mannschaft menuju puncak dunia.
Pada Piala Dunia 2026, Jerman tergabung di Grup E bersama Curacao, Pantai Gading Afrika, serta Ekuador tim kuda hitam dari Amerika Selatan.
Di atas kertas, Jerman menjadi unggulan untuk memimpin grup. Namun persaingan dipastikan tidak akan mudah karena setiap lawan memiliki karakter permainan berbeda.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ke-21 Jerman sepanjang sejarah turnamen dan yang ke-19 secara beruntun. Konsistensi tersebut menunjukkan status mereka sebagai salah satu negara paling sukses dan paling stabil di panggung Sepak Bola Internasional.
Sejauh ini, Jerman telah mengoleksi empat gelar edisi 1954, 1974, 1990, dan 2014. Koleksi tersebut menempatkan mereka sebagai salah satu negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia.
Meski demikian, performa Jerman dalam dua edisi terakhir jauh dari harapan. Setelah menjadi juara pada 2014, mereka tersingkir di fase grup pada Piala Dunia 2018 di Rusia dan kembali gagal lolos dari fase grup pada edisi 2022 di Qatar.
Catatan itu menjadi motivasi besar bagi skuad saat ini untuk membuktikan, Jerman masih layak diperhitungkan sebagai kandidat juara.
Die Mannschaft memastikan tiket ke putaran final setelah tampil dominan pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Mereka finis sebagai juara Grup A dengan raihan 15 poin dari enam pertandingan, unggul atas Slovakia, Irlandia Utara, dan Luksemburg.
Selain memiliki sejarah gemilang di Piala Dunia, Jerman termasuk salah satu kekuatan utama di Eropa. Mereka pernah menjuarai Euro sebanyak tiga kali pada edisi 1972, 1980, dan 1996.
Harapan publik Jerman berada di tangan pelatih muda Julian Nagelsmann. Sejak ditunjuk pada September 2023, Nagelsmann dipercaya membawa perubahan dan membangun kembali identitas permainan Jerman.
Nagelsmann memadukan pemain berpengalaman dengan talenta generasi baru. Salah satu sosok paling menarik perhatian adalah Manuel Neuer.
Kiper veteran tersebut memutuskan kembali dari pensiun internasional demi membantu negaranya di Piala Dunia 2026. Pengalaman Neuer di level tertinggi diyakini menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas tim.
Di lini belakang, Jerman mengandalkan bek tangguh seperti Antonio Rudiger, Jonathan Tah, Nico Schlotterbeck, hingga sang kapten Joshua Kimmich.
Sektor tengah menjadi salah satu kekuatan utama Jerman. Jamal Musiala, Florian Wirtz, Leon Goretzka, Aleksandar Pavlovic, dan Angelo Stiller menawarkan kreativitas, energi, serta kemampuan mengontrol permainan.
Khusus Angelo Stiller, gelandang VfB Stuttgart itu menjadi salah satu pemain menonjol sepanjang musim.
Di lini depan, Jerman mengandalkan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda seperti Kai Havertz, Leroy Sane, Deniz Undav, Jamie Leweling, Maximilian Beier, hingga Nick Woltemade.
Dengan kedalaman skuad di setiap lini, Jerman memiliki modal kuat untuk bersaing melawan tim terbaik dunia. Namun lebih dari sekadar kualitas individu, mereka membutuhkan konsistensi dan mental juara untuk menghindari kegagalan seperti dua edisi sebelumnya.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!