Jaksel Favorit Wisatawan Nusantara, Wisata Kuliner dan Destinasi Beragam Jadi Daya Tarik
Rabu, 3 Juni 2026 | 15:30
Penulis: Arif S

Sumber: AntaraNews
Jakarta Selatan kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat wisata paling populer di ibu kota. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menunjukkan wilayah ini menjadi tujuan favorit Wisatawan Nusantara sepanjang April 2026 dengan kontribusi kunjungan sebesar 28,10 persen.
Capaian tersebut menempatkan Jakarta Selatan di posisi teratas dibandingkan wilayah lain di DKI Jakarta dalam hal Kunjungan Wisatawan domestik.
Beragam pilihan destinasi, kawasan kuliner, hingga pusat hiburan menjadi faktor utama kawasan ini terus menarik minat pelancong dari berbagai daerah.
BACA JUGA
Awal 2026, 1 Juta Turis Asing Masuk Indonesia, Traveling Makin Bergairah
Rupiah Melemah, Jakarta Justru Jadi Surga Belanja Baru Wisatawan Mancanegara
Wisata Kuliner Arab Saudi: Hidangan Nasional hingga Kuliner Legendaris
"Jakarta Selatan memiliki lokasi wisata yang banyak, kemudian pusat kulinernya juga banyak, dan juga pusat-pusat destinasi lainnya dibanding dengan wilayah Jakarta yang lain," ujar Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Selasa.
Berdasarkan data BPS DKI Jakarta, Jakarta Pusat berada di posisi kedua dengan kontribusi kunjungan sebesar 20,42 persen.
Sementara itu, Jakarta Timur menyumbang 19,48 persen, Jakarta Barat 16,32 persen, Jakarta Utara 15,16 persen, dan Kepulauan Seribu 0,52 persen.
Meski Jakarta Selatan menjadi wilayah favorit wisatawan nusantara, jumlah perjalanan wisata ke Jakarta secara keseluruhan mengalami penurunan pada April 2026.
Tercatat ada 8,74 juta perjalanan wisatawan nusantara ke ibu kota selama periode tersebut.
"Begitu pula secara tahunan, turun sebesar 17,44 persen," katanya.
Menurut Kadarmanto, penurunan secara bulanan dipengaruhi berakhirnya periode arus mudik yang sebelumnya berlangsung pada Maret 2026. Sementara secara tahunan, perbedaan jadwal arus mudik menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan wisatawan.
Meski jumlah perjalanan wisatawan menurun, sektor perhotelan Jakarta justru menunjukkan tren positif. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada April 2026 mencapai 54,80 persen.
"Juga secara tahunan, naik sebesar 7,94 persen poin dibandingkan pada bulan April 2025," ungkapnya.
Kenaikan tingkat hunian hotel ini menjadi sinyal, aktivitas pariwisata dan Perjalanan Bisnis di Jakarta tetap bergerak positif.
Hotel non-bintang juga mencatat peningkatan dengan tingkat hunian mencapai 38,09 persen.
BPS mencatat rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang berada di angka 1,60 malam selama April 2026.
"Artinya, para tamu menginap itu antara 1 sampai 2 malam," kata Kadarmanto.
Sementara itu, rata-rata lama menginap di hotel non-bintang dan akomodasi lainnya tercatat 1,33 malam.
Angka tersebut menunjukkan mayoritas wisatawan maupun pelaku perjalanan memilih kunjungan singkat selama berada di ibu kota.
Data juga memperlihatkan pasar domestik masih menjadi tulang punggung industri perhotelan Jakarta.
Tamu hotel berbintang didominasi Wisatawan Indonesia dengan proporsi 88,93 persen, sedangkan wisatawan asing hanya berkontribusi 11,07 persen.
Menariknya, preferensi hotel antara Wisatawan Domestik dan mancanegara menunjukkan pola berbeda. Wisatawan Indonesia lebih banyak memilih hotel bintang tiga.
"Hotel bintang tiga masih menjadi favorit bagi tamu Indonesia yang dengan proporsi sebesar 34,6 persen. Sedangkan, tamu asing cenderung menginap di hotel bintang empat yang mencapai 43,12 persen," jelas Kadarmanto.
Popularitas Jakarta Selatan sebagai destinasi favorit wisatawan nusantara tidak lepas dari keberagaman pengalaman yang ditawarkan.
Kawasan kuliner legendaris, pusat perbelanjaan modern, ruang terbuka hijau, hingga berbagai lokasi hiburan dan gaya hidup menjadikan wilayah ini sebagai magnet utama bagi pelancong yang ingin menikmati sisi dinamis ibu kota.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!