Awal 2026, 1 Juta Turis Asing Masuk Indonesia, Traveling Makin Bergairah
Senin, 2 Maret 2026 | 21:00
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Kemenpar
Tahun 2026 dibuka dengan sinyal positif bagi sektor pariwisata Tanah Air. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan Wisatawan Mancanegara (wisman) pada Januari 2026 mencapai 1,01 juta kunjungan.
Secara tahunan, angka ini tumbuh 1,11 persen dibandingkan Januari 2025. Kenaikannya memang tidak terlalu besar, tetapi cukup menunjukkan bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi yang diperhitungkan wisatawan global.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan dinamika kunjungan di awal tahun.
BACA JUGA
Target 17,6 Juta Wisman 2026, Pemerintah Perkuat Strategi Konektivitas dan Kualitas Destinasi
10 Destinasi Global Paling Bikin Turis Ingin Balik Lagi, Nomor 3 dan 7 Negara Asia
Salju Ubah Tembok Besar China Jadi Arena Seluncur, Otoritas Keluarkan Peringatan
"Turunnya wisman melalui pintu masuk utama, turun 17,06 persen secara bulanan, tetapi secara tahunan atau year on year naik 1,1 persen," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.
Artinya, secara month to month terjadi penurunan, namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah Turis Asing tetap meningkat.
Masuk Lewat Mana Saja?
Kunjungan Wisatawan asing tersebut tercatat melalui berbagai pintu masuk utama, mulai dari bandara internasional, pelabuhan laut internasional, hingga pos lintas batas (PLB).
Bagi traveler, ini menandakan bahwa konektivitas udara dan laut masih menjadi tulang punggung pergerakan turis ke Indonesia. Kota-kota dengan bandara internasional kemungkinan tetap menjadi gerbang utama menuju Destinasi Favorit, baik untuk wisata alam, budaya, hingga kuliner.
Wisnus Masih Dominan, Meski Turun Tipis
Sementara itu, perjalanan Wisatawan Nusantara (wisnus) pada Januari 2026 mencapai 102,04 juta perjalanan. Angka ini turun 0,93 persen dibandingkan Januari 2025.
Meski mengalami koreksi kecil, jumlah perjalanan domestik yang menembus 100 juta tetap menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat Indonesia masih sangat tinggi. Bisa jadi, awal tahun memang menjadi fase penyesuaian sebelum masuk periode liburan panjang berikutnya.
Moda Transportasi: Kereta Api Makin Ngebut
Salah satu data menarik datang dari sektor transportasi. Penumpang kereta api tercatat 48,10 juta orang atau naik 10,94 persen dibandingkan Januari 2025.
Kenaikan ini bisa menjadi indikator bahwa kereta api semakin digemari, terutama untuk perjalanan antarkota di Pulau Jawa dan Sumatera. Selain relatif nyaman dan tepat waktu, opsi ini juga sering dianggap lebih efisien untuk jarak menengah.
Penumpang angkutan udara internasional juga tumbuh 2,04 persen menjadi 1,77 juta orang, sejalan dengan kenaikan kunjungan wisman.
Namun, penerbangan domestik turun 3,33 persen menjadi 4,92 juta penumpang. Angkutan laut domestik pun turun tipis 0,55 persen menjadi 2,61 juta orang. Hal serupa terjadi pada angkutan sungai, danau, serta penyeberangan (ASDP) yang tercatat 4,29 juta penumpang atau turun 3,67 persen.
Logistik Ikut Terkoreksi
Tak hanya pergerakan manusia, distribusi barang juga mengalami perlambatan. Angkutan laut domestik mengangkut 37,49 juta ton barang atau turun 1,05 persen dibandingkan Januari 2025.
Barang melalui kereta api tercatat 5,33 juta ton atau turun 7,90 persen secara tahunan. Sementara angkutan udara domestik hanya mengangkut 53 ribu ton, turun 13,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.










