ID EN

Rupiah Melemah, Jakarta Justru Jadi Surga Belanja Baru Wisatawan Mancanegara

Kamis, 21 Mei 2026 | 14:00

Penulis: Respaty Gilang

Monas
Monas.
Sumber: Antaranews

Di saat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah, Jakarta justru melihat peluang besar di sektor pariwisata. Bagi Wisatawan Mancanegara, kondisi ini membuat liburan ke ibu kota Indonesia terasa jauh lebih hemat, mulai dari kuliner, hotel, transportasi, hingga Wisata Belanja.

Fenomena tersebut kini dimanfaatkan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta untuk menggencarkan promosi wisata ke pasar internasional. Dengan kurs dolar yang telah menyentuh Rp17.700, Jakarta dinilai menjadi destinasi urban yang semakin kompetitif dibanding kota-kota lain di Asia Tenggara.

Tak hanya menawarkan pengalaman city tourism, Jakarta kini juga mulai memperkuat citranya sebagai Destinasi Belanja dan kuliner bagi wisatawan regional, khususnya dari Malaysia, Singapura, hingga Korea Selatan.

Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta, Lucky Wulandari, menyebut kondisi pelemahan rupiah justru menjadi momentum ideal untuk menarik lebih banyak Wisatawan Asing datang ke Jakarta.

"Harusnya ini merupakan momen yang pas untuk terutama negara-negara tetangga sih, untuk datang ke Jakarta. Karena memang ketika rupiah melemah, semuanya jadi serba murah (bagi wisatawan mancanegara)," kata Lucky.

Menurutnya, keuntungan kurs membuat wisatawan asing kini punya peluang menikmati Jakarta lebih lama dengan biaya yang lebih ramah di kantong. Paket wisata yang sebelumnya hanya berlangsung singkat kini mulai bergeser menjadi perjalanan dengan durasi lebih panjang.

"Jadi paket-paketnya yang tadinya misalnya satu hari, dua hari, dari wisatawan, terutama tetangga ya, Malaysia, Singapura, ini bisa lebih lama dengan harga lebih kompetitif," tambahnya.

Strategi tersebut juga diperkuat melalui promosi besar-besaran berbagai event tahunan Jakarta, salah satunya Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026. Ajang ini menjadi magnet wisata belanja yang dinilai cocok dengan karakter wisatawan regional yang gemar berburu promo sekaligus menikmati pengalaman kuliner ibu kota.

Selain pusat perbelanjaan modern, Jakarta juga menawarkan pengalaman wisata yang semakin lengkap bagi turis asing. Mulai dari wisata sejarah di Kota Tua, wisata budaya Betawi, hingga ragam street food legendaris yang menjadi daya tarik tersendiri.

Dalam konferensi pers FJGS 2026, Lucky menjelaskan bahwa wisatawan asal Malaysia masih mendominasi kunjungan ke Jakarta, terutama untuk tujuan kuliner dan belanja.

"Kita mendukung ya FJGS 2026. Dari top 3 wisatawan mancanegara Jakarta, yaitu Malaysia, China, Jepang , khususnya Malaysia memang utamanya datang ke Jakarta ingin kulineran dan berbelanja. Jadi untuk mereka mendapatkan informasi ini, itulah peran kami terus mempublikasikan secara masif, baik di dalam maupun luar negeri," kata Lucky.

Untuk memperluas pasar wisatawan asing, Disparekraf Jakarta juga mulai memperkuat promosi internasional melalui media cetak luar negeri serta kampanye digital yang menyasar wisatawan Asia.

Tahun ini, Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura menjadi target utama promosi wisata belanja Jakarta. Harapannya, wisatawan asing tidak hanya datang untuk singgah, tetapi juga menghabiskan lebih banyak waktu dan pengeluaran selama berada di ibu kota.

"Harapannya lebih banyak datang ke Jakarta berbelanja," tambahnya.

Di tengah tantangan ekonomi global, Jakarta mencoba mengubah situasi menjadi peluang. Ketika nilai tukar membuat perjalanan terasa mahal bagi sebagian orang Indonesia, wisatawan asing justru melihat Jakarta sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman lengkap dengan harga yang semakin menarik.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!