ID EN

Kunjungan ke Museum Naik saat Libur Sekolah 2026, Wisata Sejarah Kian Diminati?

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:30

Penulis: Arif S

Gedung Museum Wayang, Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat
Arsip - Gedung Museum Wayang, Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat.
Sumber: Antara/Ulfa Jainita

Museum menjadi salah satu pilihan destinasi wisata selama musim libur sekolah. Tak hanya menawarkan hiburan, museum juga menghadirkan pengalaman belajar interaktif sehingga menarik minat keluarga untuk menghabiskan waktu liburan sambil mengenal sejarah dan budaya Indonesia.

Tren itu terlihat dari data Badan Layanan Umum (BLU) Museum dan Cagar Budaya (MCB) Kementerian Kebudayaan yang mencatat peningkatan jumlah pengunjung museum selama libur sekolah Juli 2026 dibandingkan periode sama tahun lalu.

"Jumlah kunjungan ke unit yang dikelola penuh oleh Museum dan Cagar Budaya saat musim liburan Juli 2026 adalah sebanyak 118.510 pengunjung, meningkat dibandingkan tahun 2025 sebanyak 104.733 pengunjung," ujar Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Esti Nurjadin kepada Antara.  

Data itu menunjukkan jumlah kunjungan meningkat 13,15 persen, menjadi sinyal positif wisata sejarah semakin diminati masyarakat.

Berbagai Program Pendorong Minat Berkunjung

Menurut Indira Esti Nurjadin, peningkatan jumlah pengunjung merupakan hasil dari berbagai inovasi yang dilakukan Museum dan Cagar Budaya secara berkelanjutan.

Pengembangan program publik, penyelenggaraan pameran, kolaborasi dengan berbagai mitra, hingga peningkatan layanan kepada pengunjung membuat museum semakin menarik sebagai destinasi wisata edukatif.

Salah satu inovasi paling banyak mendapat perhatian adalah kehadiran Museum Passport, program yang diperkenalkan Kementerian Kebudayaan pada Mei 2026.

Meski belum dilakukan kajian khusus untuk mengukur kontribusinya secara kuantitatif, program itu mendapat respons positif dari masyarakat dan ikut mendorong meningkatnya minat berkunjung ke museum.

Museum Passport Hadirkan Pengalaman Wisata Baru

Museum Passport menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Saat ini 16 museum yang dikelola Museum dan Cagar Budaya telah menyediakan stempel khusus sebagai bagian dari program tersebut.

Selain menjadi koleksi perjalanan, Museum Passport memberikan berbagai keuntungan kepada pemiliknya. Di dalamnya tersedia voucher gratis masuk ke sembilan museum dan satu cagar budaya yang dikelola MCB.

Tak hanya itu, pengunjung yang berhasil mengumpulkan seluruh stempel dari museum peserta akan mendapatkan suvenir menarik sebagai bentuk apresiasi.

Dengan konsep ini, aktivitas berkunjung ke museum terasa lebih menyenangkan sekaligus mendorong wisatawan untuk mengeksplorasi lebih banyak destinasi sejarah.

Belasan Museum Ikut Berpartisipasi

Sejumlah museum ternama di Indonesia telah bergabung dalam program Museum Passport antara lain Museum Nasional Indonesia, Museum Batik Indonesia, Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Ngebung, Galeri Nasional Indonesia, Museum Kebangkitan Nasional, Museum Majapahit, Rumah Bung Karno, Museum Perjuangan Yogyakarta, dan Museum Song Terus.

Wisata Sejarah Semakin Relevan bagi Keluarga

Meningkatnya kunjungan museum menunjukkan masyarakat mulai memandang museum bukan sekadar tempat menyimpan koleksi benda bersejarah.

Museum berkembang menjadi ruang rekreasi edukatif yang mampu menghadirkan pengalaman belajar secara langsung, terutama bagi anak-anak selama masa liburan sekolah.

Melalui berbagai inovasi layanan, pameran interaktif, hingga program seperti Museum Passport, museum diharapkan semakin dekat dengan generasi muda sekaligus memperkuat minat masyarakat terhadap sejarah, budaya, dan warisan bangsa.



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!