ID EN

Final Liga Champions: Arsenal Buru Sejarah Baru, PSG Kejar Back to Back Juara 

Jumat, 29 Mei 2026 | 15:30

Penulis: Arif S

Trofi Liga Champions Eropa
Ilustrasi - Trofi Liga Champions Eropa.
Sumber: Antara/Xinhua/Philippe Ruiz

Final Liga Champions 2026 akan mempertemukan dua tim dengan misi besar ketika Paris Saint-Germain (PSG) melawan Arsenal di Puskás Aréna, Budapest, Sabtu 30 Juni 2026. Pertandingan ini bukan hanya soal perebutan trofi paling bergengsi di Eropa, tetapi juga duel dua filosofi permainan impresif sepanjang musim.

Menurut prediksi superkomputer Opta, Paris Saint-Germain memiliki peluang 56 persen untuk mempertahankan gelar Liga Champions. Sedangkan probabilitas Arsenal 44 persen untuk menuntaskan musim dengan gelar Premier League dan Liga Champions.

PSG berpeluang menjadi klub pertama selain Real Madrid yang mampu mempertahankan gelar di era Liga Champions modern sejak 1992-93. Sebelumnya, Real Madrid pernah mencatat sejarah dengan menjuarai kompetisi ini tiga musim beruntun pada 2015-16 hingga 2017-18.

Sementara itu, Arsenal mengincar trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub. Jika menjadi juara, The Gunners akan menjadi klub ke-25 yang memenangkan kompetisi elite Eropa. Selain itu, Arsenal akan masuk daftar klub Inggris yang menjuarai liga domestik dan Liga Champions dalam satu musim.

Hanya tiga klub Inggris yang pernah mencatat pencapaian itu, yaitu Liverpool, Manchester United, dan Manchester City.

Performa Pertahanan Arsenal Luar Biasa

Arsenal melangkah ke final Liga Champions pertama mereka dalam 20 tahun berkat performa pertahanan luar biasa. Tim asuhan Mikel Arteta hanya kebobolan enam gol dalam 14 pertandingan Liga Champions musim ini atau rata-rata 0,43 gol per laga.

The Gunners juga menjadi satu-satunya tim yang belum kebobolan dari open play sepanjang fase gugur musim ini. 

Solidnya lini belakang yang dikawal Gabriel Magalhães dan William Saliba membantu kiper David Raya mencatatkan sembilan clean sheet di Liga Champions musim ini.

Selain tangguh di belakang, Arsenal juga berstatus sebagai satu-satunya tim yang belum terkalahkan di Liga Champions musim ini. 

Di lini depan, Arteta akan berharap banyak kepada Bukayo Saka. Winger Inggris memiliki catatan impresif saat menghadapi klub Prancis dengan kontribusi lima gol dan tiga assist dalam enam laga Liga Champions.

Lini Serang PSG Uji Lini Belakang Arsenal  

Arsenal akan menghadapi lini serang PSG yang sangat produktif. Tim asuhan Luis Enrique sudah mencetak 44 gol sepanjang perjalanan menuju final, jumlah terbanyak kedua dalam satu musim Liga Champions setelah rekor FC Barcelona dengan 45 gol pada musim 1999-00.

Performa impresif PSG ditopang penampilan luar biasa Khvicha Kvaratskhelia. Pemain asal Georgia itu menjadi pemain dengan kontribusi gol terbanyak di fase gugur Liga Champions musim ini dengan torehan tujuh gol dan tiga assist.

Kvaratskhelia bahkan mencetak sejarah sebagai pemain pertama yang selalu mencatat gol atau assist dalam tujuh penampilan fase gugur Liga Champions secara beruntun dalam satu musim.

PSG juga memiliki rekor positif menghadapi klub Inggris. Mereka sukses memenangi lima laga knockout beruntun melawan tim Premier League setelah menyingkirkan Liverpool, Aston Villa, Arsenal, Chelsea, dan Liverpool dalam dua musim terakhir.

Meski demikian, Arsenal tetap memiliki modal besar untuk percaya diri. Mereka pernah mengalahkan PSG 2-0 pada fase liga musim lalu dan kini datang ke final dengan mentalitas juara setelah mendominasi kompetisi domestik Inggris.

Berdasarkan simulasi Opta dalam 10.000 pertandingan, PSG menang di waktu normal pada 43,5 persen skenario, sedangkan Arsenal menang dalam 29,7 persen simulasi. Sisanya, sebanyak 26,8 persen pertandingan diprediksi berlanjut ke babak tambahan hingga adu penalti.

Prediksi susunan pemain:

PSG: Matvey Safonov; Achraf Hakimi, Willian Pacho, Marquinhos, Nuno Mendes; Vitinha, João Neves, Fabián Ruiz; Bradley Barcola, Désiré Doué, Khvicha Kvaratskhelia.

Pelatih: Luis Enrique.

Arsenal: David Raya; Cristhian Mosquera, William Saliba, Gabriel Magalhães, Riccardo Calafiori; Martín Zubimendi, Declan Rice, Martin Ødegaard; Bukayo Saka, Viktor Gyökeres, Leandro Trossard.

Pelatih: Mikel Arteta.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!