ID EN

Sean Gelael Sempat Angkat WRT 32 ke Posisi Lima, Penalti 10 Detik Jadi Petaka

Senin, 13 Juli 2026 | 12:00

Penulis: Rojes Saragih

Sean Gelael memacu BMW M4 GT3 Evo Team WRT 32 pada balapan 6 Hours of Sao Paulo di Sirkuit Interlagos, Brasil
Sean Gelael memacu BMW M4 GT3 Evo Team WRT 32 pada balapan 6 Hours of Sao Paulo di Sirkuit Interlagos, Brasil, Minggu (12/7/2026).
Sumber: Antara/WRT

Perjuangan pembalap Indonesia Sean Gelael bersama Team WRT 32 berakhir di luar 10 besar pada balapan Rolex 6 Hours of Sao Paulo di Sirkuit Interlagos, Brasil, Minggu (12/7/2026) waktu setempat. Penalti 10 detik yang harus dijalani tim pada saat pit stop menjadi penyebab buyarnya peluang mereka meraih hasil maksimal di putaran FIA World Endurance Championship (WEC) 2026.

Sean Gelael menjadi bagian dari trio Team WRT 32 bersama Augusto Farfus (Brasil) dan Darren Leung (Inggris). Ketiganya akhirnya membawa BMW M4 GT3 Evo nomor 32 finis di posisi ke-12 kelas LMGT3 setelah penalti 10 detik menggagalkan peluang mereka meraih hasil lebih baik.

WRT 32 mengawali balapan dari posisi kesembilan dengan Darren Leung menjalani stint pembuka. Pembalap Inggris itu mampu menjaga ritme balapan sebelum menyerahkan kemudi kepada Sean.

Momentum kemudian berubah ketika Sean mengambil alih kokpit. Pembalap Indonesia tersebut tampil konsisten dan berhasil menyalip sejumlah rival hingga membawa WRT 32 merangsek ke posisi kelima. Posisi itu menjadi modal penting bagi Augusto Farfus untuk melanjutkan perburuan posisi terdepan pada stint terakhir, terlebih pembalap tuan rumah Brasil itu mendapat dukungan penuh publik Interlagos.

Namun, peluang tersebut buyar ketika Race Control menjatuhkan penalti 10 detik kepada WRT 32. Hukuman itu diberikan setelah Sean dinilai menyebabkan insiden dengan mobil nomor 61 saat melakukan pengereman menjelang tikungan, yang berujung mobil lawan berputar. Sesuai regulasi WEC, penalti dijalankan pada pit stop berikutnya, tepat saat pergantian pembalap menuju Farfus.

Tambahan waktu itu membuat WRT 32 kehilangan banyak posisi dan terlempar keluar dari 10 besar. Meski Farfus berupaya memangkas ketertinggalan di hadapan pendukungnya sendiri, ia akhirnya hanya mampu membawa mobil nomor 32 finis di posisi ke-12.

Sean mengakui timnya masih menghadapi persoalan yang sama seperti pada seri-seri sebelumnya, terutama ketika tingkat keausan ban mulai meningkat.

"Kayaknya hari ini sekali lagi seperti menunjukkan problem kami belum berakhir. Ketika tingkat keausan ban tinggi, kami jadi sulit bersaing. Selamat untuk mobil 69, sebuah hasil yang pantas," ujar Sean dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Senin, 13/7/2026.

Hasil WRT 32 berbanding terbalik dengan mobil saudara mereka, WRT nomor 69, yang berhasil finis sebagai runner-up kelas LMGT3.

Balapan di Interlagos berlangsung dalam kondisi cuaca yang berubah-ubah. Hujan sempat turun sebelum start, kemudian lintasan mengering sepanjang sebagian besar perlombaan. Memasuki sekitar 25 menit terakhir, gerimis dan kabut kembali menyelimuti sirkuit sehingga menambah tantangan bagi seluruh pembalap.

Di kelas Hypercar, BMW M Team WRT nomor 15 tampil sebagai pemenang, sedangkan kemenangan kelas LMGT3 diraih Racing Team Turkey by TF melalui mobil nomor 34.

Putaran berikutnya FIA World Endurance Championship 2026 akan berlangsung di Circuit of The Americas (COTA), Amerika Serikat, pada 6 September. Sean Gelael dan Team WRT 32 berharap dapat bangkit dan kembali bersaing di papan atas setelah peluang besar mereka di Sao Paulo sirna akibat penalti pada momen yang sangat menentukan.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!