ID EN

Scaloni Fokus ke Lapangan, Tak Ingin Argentina vs Inggris Dibayangi Konflik Masa Lalu

Senin, 13 Juli 2026 | 09:00

Penulis: Respaty Gilang

Lionel Scaloni
Ilustrasi gambar Lionel Scaloni.
Sumber: ChatGPT AI

Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, menegaskan laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris tidak boleh dibesar-besarkan sebagai ajang rivalitas di luar sepak bola. Menurutnya, duel tersebut hanyalah pertandingan antara dua tim besar yang sama-sama mengejar tiket ke partai final.

Argentina dijadwalkan menghadapi Inggris pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, Kamis, 16 Juli 2027  pukul 02.00 WIB.

Meski duel kedua negara kerap dikaitkan dengan sejarah panjang, termasuk konflik politik, Scaloni memilih mengesampingkan semua narasi tersebut. Ia menilai fokus utama timnya hanya tertuju pada pertandingan di atas lapangan.

"Ini pertandingan sepak bola. Kita akan memainkan pertandingan sepak bola melawan tim nasional hebat yang memiliki pelatih hebat yang sangat saya hargai dan kagumi," kata Scaloni yang dikutip dari The Guardian pada Senin.

Argentina memastikan langkah ke semifinal setelah menundukkan Swiss dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu. Sementara itu, Inggris melangkah ke empat besar usai mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1.

Pertemuan Argentina dan Inggris memang selalu menjadi sorotan karena sejarah panjang keduanya di ajang Piala Dunia. Inggris lebih dulu menang pada perempat final Piala Dunia 1966, sebelum Argentina membalas pada edisi 1986 melalui laga ikonik yang dikenang lewat gol "Tangan Tuhan" Diego Maradona.

Rivalitas berlanjut pada Piala Dunia 1998 ketika Argentina menyingkirkan Inggris melalui adu penalti di babak 16 besar. Inggris kemudian membalas pada fase grup Piala Dunia 2002 lewat kemenangan tipis 1-0 berkat gol David Beckham yang sekaligus mengakhiri perjalanan Albiceleste di turnamen tersebut.

Di luar lapangan, hubungan kedua negara juga tidak lepas dari sejarah konflik Kepulauan Falkland atau Malvinas pada 1982. Isu tersebut kembali mencuat selama Piala Dunia 2026 setelah muncul nyanyian dari sebagian suporter dan pemain Argentina yang menyinggung Malvinas, Diego Maradona, serta Lionel Messi.

Meski menyadari besarnya nilai historis pertandingan tersebut, penyerang Argentina Jose Manuel Lopez memastikan seluruh pemain akan tetap menjaga profesionalisme selama pertandingan berlangsung.

"Jelas, di luar empat garis lapangan, ini adalah pertandingan yang memiliki banyak sejarah, banyak rasa sakit, dan banyak hal di baliknya," katanya.

"Namun, kami profesional. Kami akan memainkannya seperti yang kami mainkan di setiap pertandingan, hingga detik terakhir, seperti yang kami tunjukkan malam ini, memberikan segalanya," ujar Lopez menambahkan.

Sebagai juara bertahan, Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan beban ekspektasi tinggi. Perjalanan Albiceleste menuju semifinal juga diwarnai sejumlah laga penuh kontroversi, mulai dari fase grup hingga duel melawan Mesir di babak 16 besar dan Swiss pada perempat final.

Kini, tim asuhan Lionel Scaloni hanya berjarak satu kemenangan lagi untuk kembali tampil di final Piala Dunia dan mempertahankan gelar yang mereka raih pada edisi 2022.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!