Sentul – Bulan Mei menjadi fase paling krusial bagi penikmat Sepak Bola. Melalui Podcast Itsme dari studio Sentul, Bogor, host Raisha dan Gilang Respaty bersama pengamat senior Bung Ropan dan Akmal Marhali, membedah tiga drama perebutan gelar juara: Liga Champions, Liga Inggris, dan Liga Super Indonesia.
Adu Mental di Puncak Eropa: PSG vs Arsenal
Sorotan pertama tertuju pada final Liga Champions 2025/2026. Laga pamungkas ini bukan sekadar adu strategi, melainkan pembuktian mental. PSG menapak ke final lewat "jalur neraka", membuat mentalitas dan daya juang skuad Paris ini dinilai lebih teruji. Sebaliknya, laju The Gunners yang melintasi jalur relatif enteng justru memunculkan teka-teki.
Mampukah Martin Odegaard dan kolega mengatasi demam panggung? Akmal dan Bung Ropan sepakat bahwa jam terbang Kompetisi Eropa dan soliditas pertahanan Arsenal akan menjadi kunci mutlak untuk meredam agresivitas serangan PSG di menit-menit kritis.
BACA JUGA
Terima Kasih Arsenal! Liga Inggris Kembali Punya 5 Wakil di Liga Champions
Januari Penuh Tanda Tanya untuk Manchester City, Kalah dari MU dan Bodo/Glimt Jadi Alarm
Umuh Muchtar Sebut Duel Persib Melawan Persija Lebih dari Laga Final
Kemudi EPL di Tangan Arsenal, Dibayangi Mesin Diesel City
Bergeser ke Inggris, persaingan perebutan mahkota EPL tak kalah memacu adrenalin. Arsenal memimpin klasemen dengan 76 poin dari 35 laga, unggul lima angka dari Manchester City yang menyimpan satu pertandingan sisa. Secara matematis, nasib juara sepenuhnya ada di tangan tim asuhan Mikel Arteta.
Mereka hanya butuh tambahan 8 poin lagi untuk mengunci gelar secara definitif, angka maksimal yang mustahil dikejar The Citizens. Meski di atas kertas menguntungkan Arsenal, Akmal mengingatkan faktor mentalitas. Man City ibarat mesin diesel yang makin kencang di akhir musim. Sedikit saja Arsenal lengah kehilangan poin, City siap menghukum.
Polemik Domestik: "Karpet Merah" Persib di Markas Borneo FC
Di kancah domestik, drama Liga Super berpusat pada polemik pemindahan venue Laga Klasik Persija vs Persib ke Stadion Segiri, Samarinda. Saat ini, Persib dan Borneo FC mengemas poin identik di puncak (72 poin), dibayangi Persija (65 poin). Bung Ropan menilai pemindahan laga ini ibarat napas tambahan bagi Persib karena mereka terbebas dari tekanan masif suporter tuan rumah di Jakarta.
Akmal turut menyoroti ironi keputusan ini, di mana Persija justru harus "mengungsi" ke markas pesaing utama rivalnya. Kini, Macan Kemayoran memegang peran sebagai penentu nasib. Jika mereka sukses menjegal langkah Persib di Segiri, maka jalan Borneo FC menuju tangga juara akan semakin mulus.










