ID EN

Deretan Tempat Bersejarah di Luar Jawa yang Kini Beralih Menjadi Objek Wisata Edukatif

Jumat, 10 Juli 2026 | 16:01

Penulis: Arif S

Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur
Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur.
Sumber: kebudayaan.kemendikbud.go.id)

Tidak hanya di Pulau Jawa, sejumlah bangunan bersejarah di luar Jawa juga menjadi saksi perjalanan bangsa, mulai dari masa kerajaan, kolonialisme, hingga perjuangan menuju kemerdekaan. Seiring perkembangan zaman, banyak bangunan bersejarah tersebut beralih fungsi menjadi destinasi wisata edukatif. 

Selain menawarkan pengalaman berlibur, destinasi ini juga mengajak pengunjung mengenal lebih dekat sejarah Indonesia melalui bangunan, koleksi museum, hingga kisah perjuangan para tokoh bangsa.

Berikut empat tempat bersejarah di luar Pulau Jawa yang kini menjadi objek wisata edukatif:

1. Istana Maimun, Medan

Di Kota Medan, Sumatera Utara, berdiri megah Istana Maimun peninggalan Kesultanan Deli sejak akhir abad ke-19. Bangunan bersejarah ini dikenal karena memadukan gaya arsitektur Melayu, Timur Tengah, India, dan Eropa dalam satu kompleks.

Saat ini, Istana Maimun menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Medan. Pengunjung dapat melihat koleksi peninggalan Kesultanan Deli, mengenakan pakaian adat Melayu untuk berfoto, hingga mempelajari perjalanan sejarah kerajaan yang pernah berjaya di Sumatera Utara.

2. Benteng Fort Rotterdam, Makassar

Benteng Fort Rotterdam menjadi salah satu ikon wisata sejarah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Bangunan ini awalnya didirikan Kerajaan Gowa sebagai benteng pertahanan sebelum akhirnya dikuasai VOC dan diubah menjadi pusat pemerintahan serta pertahanan Belanda di kawasan Indonesia timur.

Kini, Fort Rotterdam menjadi kawasan wisata sejarah, memadukan arsitektur kolonial dengan nilai budaya lokal. 

Di dalam kompleks benteng terdapat Museum La Galigo yang menyimpan berbagai koleksi sejarah dan kebudayaan Sulawesi Selatan, sehingga wisatawan dapat menikmati suasana bersejarah sekaligus memperkaya pengetahuan tentang masa lalu.

3. Rumah Pengasingan Bung Karno, Ende

Kota Ende di Nusa Tenggara Timur memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Di kota inilah Presiden pertama RI, Soekarno, menjalani masa pengasingan oleh pemerintah kolonial Belanda pada periode 1934 hingga 1938.

Selama tinggal di Ende, Bung Karno diyakini memperoleh berbagai inspirasi mengenai persatuan, kebangsaan, dan kebinekaan yang kemudian menjadi bagian penting dalam proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara.

Rumah Pengasingan Bung Karno kini dibuka sebagai destinasi wisata sejarah. Pengunjung dapat melihat langsung tempat tinggal sang proklamator sekaligus mempelajari kisah perjuangannya selama berada di Ende melalui berbagai koleksi dan dokumentasi yang masih terawat.

4. Boven Digoel, Papua Selatan

Boven Digoel di Papua Selatan dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pada masa kolonial, wilayah ini dahulu dikenal sebagai Digul Atas dan menjadi tempat pengasingan sejumlah tokoh nasional seperti Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Sayuti Melik, dan Marco Kartodikromo.

Kini, Boven Digoel berkembang sebagai destinasi wisata sejarah. Wisatawan dapat mengunjungi bekas penjara Boven Digoel di Distrik Mandobo, berziarah ke Taman Makam Pahlawan, serta melihat Tugu Monumen Bung Hatta yang menjadi pengingat perjuangan para tokoh bangsa.

Selain wisata sejarah, kawasan ini juga memiliki pesona alam asri. Air Terjun Kun, Air Terjun Atakat di Distrik Iniyandit, serta Air Terjun Aman D di Distrik Arimop, menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang ingin memadukan wisata edukasi dan petualangan alam.

Perjalanan ke berbagai destinasi bersejarah di luar Jawa membuktikan bahwa wisata tidak hanya soal menikmati keindahan alam, tetapi juga memahami perjalanan panjang bangsa Indonesia.

Dengan mengunjungi situs-situs bersejarah tersebut, wisatawan turut berkontribusi dalam menjaga warisan budaya sekaligus mengenalkan nilai-nilai sejarah kepada generasi mendatang.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!