ID EN

Pariwisata Singapura Terbaik di Asia Tenggara, Kalahkan Thailand dan Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:10

Penulis: Arif S

Bandara Changi, Singapura
Bandara Changi, Singapura.
Sumber: Envato

Di tengah smekin ketatnya persaingan destinasi tropis Asia Tenggara, Singapura menegaskan posisinya sebagai pusat budaya dan pariwisata kawasan. Negara kota itu dinobatkan sebagai negara terbaik untuk budaya dan pariwisata di Asia Tenggara 2026.

Pemeringkatan yang disusun U.S. News & World Report bersama University of Pennsylvania itu
menempatkan Singapura di posisi ke-22 dunia dari 100 negara dan wilayah dalam kategori budaya dan pariwisata. 

Posisi itu menjadikan Negeri Singa unggul atas negara lainnya di Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Philipina.

Berbeda dari edisi sebelumnya, pemeringkatan tahun ini menggunakan metodologi berbasis data untuk menentukan posisi setiap negara dan wilayah. 

Sistem baru menilai dua faktor utama dengan bobot seimbang, yaitu pengaruh global serta warisan dan daya tarik budaya. 

Pendekatan ini dianggap lebih objektif dibanding metode lama yang bertumpu pada persepsi melalui survei para ahli dan pemimpin bisnis.

Keberhasilan Singapura bukan hanya tercermin dari citra internasionalnya, tetapi juga dari angka ekonomi yang mengesankan. 

Menurut laporan seperti dikutip The Straits Times, pendapatan sektor pariwisata Singapura mencapai rekor S$32,8 miliar pada 2025. 

Pendapatan ini meningkat 10 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada periode sama, jumlah wisatawan internasional melonjak menjadi 16,9 juta kunjungan.

Singapura terus membangun narasi sebagai destinasi urban modern, menggabungkan kemewahan, efisiensi, dan keberagaman budaya dalam satu ruang geografis kecil. 

Dari kawasan heritage seperti Chinatown dan Kampong Glam hingga arsitektur futuristik di Marina Bay, pengalaman wisata di Singapura menawarkan perpaduan tradisi dan inovasi yang sulit ditandingi di kawasan Asia Tenggara.

Pemerintah Singapura tampaknya tidak ingin berhenti pada capaian saat ini. 

Untuk memperkuat daya tahan industri pariwisata dalam lima tahun mendatang, pemerintah mengumumkan paket pendanaan pariwisata senilai S$740 juta. 

Nilai itu lebih dari dua kali lipat alokasi Tourism Development Fund tahun 2024 sebesar S$300 juta.

Langkah agresif itu juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Singapura menjaga pertumbuhan jumlah wisatawan. 

Pada 2026, Singapura memproyeksikan kedatangan internasional 17 juta - 18 juta wisatawan, dengan pendapatan sektor pariwisata diperkirakan di kisaran S$31 miliar - S$32,5 miliar.

Selain memperkuat sektor penerbangan dan hospitality, Singapura mulai mengalihkan perhatian pada Wisata Kapal Pesiar

Ketidakstabilan harga bahan bakar jet serta gangguan wilayah udara di Timur Tengah membuat Perjalanan Udara global menghadapi tantangan baru. 

Dalam situasi itu, wisata kapal pesiar dipandang sebagai peluang strategis untuk menarik lebih banyak wisatawan internasional ke kawasan Asia.

Sementara secara global United States menempati posisi teratas negara terbaik untuk pariwisata, diikuti Swiss dan United Kingdom.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!