ID EN

Prancis Sudah Cetak 14 Gol, Deschamps Tetap Tuntut Les Bleus Lebih Tajam

Kamis, 9 Juli 2026 | 06:28

Penulis: Arif S

Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps
Arsip - Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps.
Sumber: Antara Foto/Xinhua/Lui Siu Wai

Timnas Prancis melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 dengan status sebagai tim paling produktif sepanjang turnamen. Namun, pelatih Didier Deschamps belum sepenuhnya puas. Jelang duel menghadapi Maroko, ia meminta Les Bleus lebih efisien dalam memaksimalkan setiap peluang.

Meski telah mengoleksi 14 gol sepanjang turnamen, Deschamps menilai penyelesaian akhir anak asuhnya masih bisa ditingkatkan. Menurutnya, efektivitas di depan gawang akan menjadi faktor pembeda dalam pertandingan besar seperti babak perempat final.

"Kedua tim memiliki kekuatan di semua lini. Kami memang cukup efektif, tetapi seharusnya bisa lebih baik lagi. Terkadang Anda menciptakan enam peluang dan hanya mencetak dua gol, sementara di kesempatan lain hanya memiliki dua peluang dan keduanya menjadi gol. Yang terpenting adalah efisiensi," ujar Deschamps dikutip The Strait Times, Kamis.

Pernyataan itu mencerminkan fokus utama Prancis menjelang laga krusial melawan Maroko. Deschamps ingin para pemainnya lebih tenang dan klinis ketika berada di depan gawang lawan.

Prancis melangkah ke perempat final setelah mengalahkan Paraguay 1-0 di babak 16 besar. Satu-satunya gol dalam pertandingan itu dicetak Kylian Mbappe melalui eksekusi penalti.

Kapten lini serang Les Bleus itu bersaing dalam perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026. Mbappe telah mengoleksi tujuh gol dan hanya terpaut satu gol dari kapten Argentina, Lionel Messi di daftar pencetak gol terbanyak.

Selain mengandalkan Mbappe, Prancis memiliki lini depan berbahaya. Kehadiran Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Bradley Barcola memberi banyak variasi serangan.

Meski demikian, Deschamps menegaskan Maroko tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia menilai wakil Afrika itu telah berkembang pesat sejak tampil mengejutkan di Piala Dunia 2022.

Pelatih berusia 57 tahun itu mengingatkan anak asuhnya, Maroko memiliki pengalaman dan kualitas lebih matang. 

"Kami pernah menghadapi mereka empat tahun lalu di semifinal. Mereka juga tampil di final Piala Afrika dan memiliki banyak pemain berkualitas. Mereka tidak datang ke sini hanya untuk bermain, tetapi untuk menang. Kami harus siap memberikan performa terbaik melawan tim yang hebat ini," katanya.

Laga Prancis kontra Maroko diprediksi berlangsung sengit. Di satu sisi, Les Bleus memiliki produktivitas gol terbaik di turnamen. Di sisi lain, Maroko kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu kekuatan baru sepak bola dunia.



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!