Prancis vs Maroko: Statistik dan Rekor Berpihak kepada Les Bleus
Kamis, 9 Juli 2026 | 13:32
Penulis: Arif S

Sumber: Antara Infografik/Vintan Rahmadanti
Timnas Prancis berpeluang mencatat sejarah baru ketika menghadapi Maroko pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Boston Stadium, Jumat WIB. Les Bleus memburu tiket semifinal ketiga secara beruntun setelah sebelumnya menjadi juara dunia pada 2018 dan runner-up pada edisi 2022.
Empat tahun lalu di Qatar, Prancis melangkah ke final setelah menyingkirkan Maroko di semifinal sebelum akhirnya kalah adu penalty dari Argentina yang diperkuat Lionel Messi.
Kini, kedua tim kembali bertemu. Apabila mampu mengatasi Maroko, Prancis akan menjadi negara ketiga dalam sejarah yang mencapai semifinal dalam tiga edisi Piala Dunia secara berturut-turut. Sebelumnya, Jerman melakukannya pada periode 1982–1990 dan 2002–2014, serta Brasil pada 1994–2002.
BACA JUGA
Prancis Sudah Cetak 14 Gol, Deschamps Tetap Tuntut Les Bleus Lebih Tajam
Peluang Juara Piala Dunia 2026: Prancis Kandidat Teratas, Argentina Ketiga
Brace Mbappe Bantu Prancis Singkirkan Swedia, Samai Gol Messi di Daftar Top Skor
Meski tampil dominan sepanjang turnamen, Prancis mendapat ujian berat saat menghadapi Paraguay pada babak 16 besar. Pertandingan berlangsung keras dan penuh tensi, dengan Paraguay berusaha mengganggu ritme permainan Les Bleus. Namun, pasukan Didier Deschamps menang 1-0 berkat gol penalti Kylian Mbappe di menit ke-70.
Gol itu menjadi gol ketujuh Mbappe di Piala Dunia 2026. Jumlah itu sejajar dengan Erling Haaland dan hanya terpaut satu gol dari Lionel Messi di puncak daftar top skor sementara.
Tak hanya tajam di depan gawang, Mbappe berkontribusi besar dalam membangun serangan Prancis. Penyerang Real Madrid itu telah mencatat dua assist dan menciptakan 12 peluang sepanjang turnamen.
Ia juga mengirim delapan umpan menembus garis pertahanan lawan, hanya kalah dari Michael Olise dengan sembilan umpan serupa.
Olise menjadi salah satu pemain paling menonjol di Piala Dunia 2026. Dalam debutnya di ajang ini, ia menjadi pemain pertama sejak Zico bersama Brasil pada 1978 yang mencatat sedikitnya 10 dribel sukses (11), menciptakan minimal 10 peluang dari permainan terbuka (10), dan menghasilkan sedikitnya 10 umpan terobosan (11) dalam satu edisi Piala Dunia.
Bradley Barcola dan Ousmane Dembele membuat lini depan Prancis semakin berbahaya. Performa impresif keempat pemain itu membawa Les Bleus mencatat tujuh kemenangan beruntun di pertandingan kompetitif serta meraih 11 kemenangan dalam 12 laga terakhir dengan satu hasil imbang.
Di kubu Maroko, tantangan semakin berat karena Ismael Saibari masih diragukan tampil. Gelandang yang baru bergabung dengan Bayern Munchen itu selalu mencetak gol pada fase grup, tetapi mengalami cedera paha saat kemenangan 3-0 atas Kanada di babak 16 besar.
Jika Saibari tidak dapat dimainkan, harapan Maroko bertumpu pada Brahim Diaz dan Achraf Hakimi. Sejak Piala Afrika 2025 dimulai, Diaz menjadi pemain Maroko dengan kontribusi gol terbanyak di semua kompetisi melalui torehan enam gol dan empat assist.
Sementara, Hakimi terus menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu bek menyerang terbaik dunia. Dalam dua edisi Piala Dunia terakhir, bek Paris Saint-Germain telah menciptakan 21 peluang, terbanyak dibanding seluruh pemain bertahan lainnya.
Khusus di Piala Dunia 2026, ia telah menciptakan 15 peluang, jumlah tertinggi yang pernah dicatat bek asal Afrika dalam satu edisi turnamen sejak data mulai direkam pada 1966.
Pelatih Maroko Mohamed Ouahbi masih memantau kondisi Chadi Riad yang absen saat melawan Kanada. Riad mengalami cedera lutut saat menghadapi Belanda di babak 32 besar.
Tak hanya Maroko, Prancis juga memiliki beberapa persoalan kebugaran. Manu Kone diperkirakan kembali mengisi lini tengah apabila Aurelien Tchouameni belum pulih dari cedera pangkal paha. Bek William Saliba juga sempat bermain dengan kondisi cedera punggung dan terus dipantau jelang pertandingan.
Rekor Pertemuan Prancis vs Maroko
Pertemuan kedua tim di semifinal Piala Dunia 2022 menjadi satu-satunya duel resmi mereka di turnamen kompetitif. Saat itu Prancis menang berkat gol Theo Hernandez dan Randal Kolo Muani sekaligus mengakhiri perjalanan sensasional Maroko.
Secara keseluruhan, Prancis belum pernah kalah dari Maroko dalam enam pertemuan. Les Bleus mengoleksi tiga kemenangan dan tiga hasil imbang.
Meski demikian, Prancis patut waspada. Sejak tahun 2000, tiga dari enam kekalahan mereka di Piala Dunia tidak termasuk adu penalti, justru terjadi saat menghadapi wakil Afrika.
Dalam periode itu, Prancis telah kalah tiga kali dari tujuh pertandingan melawan tim Afrika, lebih banyak dibandingkan kekalahan mereka atas tim Eropa maupun Amerika Selatan yang belum pernah mengalahkan Les Bleus dalam sembilan pertemuan.
Prediksi Opta: Prancis Lebih Difavoritkan
Berdasarkan 25.000 simulasi yang dilakukan superkomputer Opta, Prancis menjadi favorit kuat untuk memenangkan pertandingan ini.
Les Bleus memiliki peluang kemenangan 61,7 persen dalam waktu normal. Sementara peluang Maroko menciptakan kejutan dan menang dalam 90 menit hanya 16,2 persen.
Sisanya, peluang 22,1 persen pertandingan berakhir imbang sehingga harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu, bahkan berpotensi ditentukan melalui adu penalti.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!